Viral dari Sleman! Video Nenek Ditendang dan Diseret di Pasar

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 13:03 WIB
Foto: Tangkapan layar dari video di medsos
Sleman - Video yang menunjukkan seorang nenek ditendang dan diseret kausnya di sebuah pasar viral di media sosial. Dalam keterangan video yang salah satunya ada di akun Twitter @merapi_news disebut peristiwa itu terjadi Pasar Gendeng Piyungan, Sleman.

"Jahat atau tidaknya, tidaklah pantas memperlakukan orang tua seperti video di bawah ini,kejadian di pasar gendeng piyungan,kemarin| @Kensar_" tulis akun @merapi_news, dilihat detikcom, Rabu (22/1/2020).

Video yang berdurasi 30 detik itu, hingga pukul 11.24 WIB sudah di-reply sebanyak 1.246 kali dan di-retweet sebanyak 2.368 kali. Hingga siang ini, jumlah itu terus bertambah.


Dalam video itu, nampak seorang nenek berkaus biru, memakai tas berwarna putih hijau, menggunakan kain penutup kepala dan menggunakan masker. Berdasarkan percakapan yang terekam dalam video itu, diduga nenek tersebut mencuri di Pasar Potrojayan Jalan Raya Piyungan, Potrojayan, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan.

Dalam video tersebut terdengar teriakan seorang pria yang menuduh si nenek mengutil. Pria itu juga tampak menendang si nenek. "Wong ngutil iki (orang mengutil ini)," ucap pria dalam video.

Dalam video itu, si nenek pun sudah berusaha meminta maaf. "Nyuwun ngapuro Mas, mboten sios (saya minta maaf Mas, tidak jadi)," kata si Nenek.



Selain itu, ada teriakan-teriakan yang diduga dari pedagang lain dan membenarkan perbuatan si laki-laki. "Wo yo hoo nak ngutil. Polo wae nak ngutil, geret o metu ojo nang Pasar Gendeng (Hajar saja kalau ngutil. Seret keluar, jangan di Pasar Gendeng," ucap perempuan dalam video.

Tidak sampai di situ, masker dan kerudung si nenek direbut dan dilemparkan ke tanah. Sedangkan si nenek berulang kali meminta maaf.

Diketahui nenek berbaju biru itu bernama Rubingah, berusia sekitar 60 tahun, warga Dusun Kranggan 1 Jatitirto, Berbah, Sleman. Warga net pun geram dengan video itu. Berbagai respon muncul.


Salah satunya dari akun @herry_zudianto. Mantan Wali Kota Yogya itu menuliskan, "Yang nendang nenek-nenek tua itu pasti punya problem kejiwaan atau streess. Kalau waras engga mungkin melakukan".

Saat dimintai konfirmasi, Ketua Paguyuban Pasar Potrojayan, Sularsih (45), mengatakan nenek Rubingah baru pertama kali datang di pasar. Awalnya dia membeli bunga mawar. Kejadian dalam video yang viral itu terjadi pada, Senin (20/1) sekitar pukul 05.30 WIB.

"Senin pagi (20/1) sekitar setengah enam kejadiannya. Tadinya dia beli bunga mawar itu, lalu dia taruh tas ke kotak tempat jual buah," ujar Sularsih saat ditemui di Mapolsek Prambanan, siang ini.

Dari keterangan yang dia dapat dari penjual buah, Rubinah diketahui mengambil mangga seberat tiga kilogram.

"Lama dilihatin. Sama penjual buah dilihatin ngerogoh buah mangga tiga kilo masuk tas," ungkapnya.

Aksinya lantas diketahui oleh penjual buah dan hasil curian itu diminta kembali.

"Lalu dikejar sama penjual, diminta buahnya dan dikasih satu. Penjual itu sempat bilang kalau mau minta, minta aja jangan ngutil lalu diminta keluar dari pasar," bebernya.

Namun, menurut keterangannya si nenek kembali lagi ke pasar. Nenek Rubingah lalu dibuntuti oleh pria yang melakukan penganiayaan di video tersebut.



"Sudah keluar lalu dibuntuti sama bapak di video itu, setelah itu Rubingah dibawa ke kantor," jelasnya.

Di dalam kantor yang terletak di bagian barat pasar, Rubingah diinterogasi. Menurutnya, setelah itu masalah sudah selesai secara kekeluargaan.

"Sudah ditanya-tanya dan disuruh pulang. Masalah juga sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Waktu pulang juga minta uang Rp 5 ribu dan sudah saya kasih," bebernya.


Dia pun baru mengetahui kejadian itu dari media sosial. Pasalnya dari grup paguyuban tidak ada yang merekam video.

"Dia yang merekam itu saya tidak tahu, di grup WA juga tidak ada yang kirim video. Saya tahunya dari grup Facebook," ucapnya.

Saat ini, pihak-pihak yang terlibat masih dimintai keterangan di Mapolsek Prambanan. Setelah sebelumnya melakukan klarifikasi di pasar. (sip/ams)