Suhu di DIY Panas Banget, Ini Update Analisis BMKG

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 19:22 WIB
Foto: Kepala Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto (Pradito/detikcom)
Bantul - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi cuaca panas di Kota Gudeg akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Setelah itu, warga diimbau waspada dengan potensi hujan lebat hingga akhir Januari.

"Kondisi ini akan berlangsung sampai tiga hari ke depan. Setelah tiga hari ke depan, dari hasil analisa kami akan berpotensi terjadinya hujan lebat," kata Kepala BMKG Yogyakarta Agus Riyanto saat ditemui di kompleks Parasamya Pemkab Bantul, Selasa (21/1/2020).


Agus menjelaskan, cuaca panas yang terjadi beberapa hari ini karena faktor pergerakan angin. Pergerakan angin itu, kata Agus, memicu terjadinya sebaran awan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Jadi faktor yang sebabkan mengapa saat ini kita merasakan panas yang luar biasa itu karena ada pola pergerakan angin atau konvergensi atau adanya sebaran angin. Sehingga menyebabkan awan-awan yang di atas Pulau Jawa, khususnya di atas DIY itu menyebar," katanya.

Selain itu, lanjutnya, di sebelah barat atau Jawa Barat terdapat tekanan udara yang tinggi. Sementara di sebelah selatan atau di wilayah Australia terdapat tekanan rendah yang menyebabkan angin bergerak dari tinggi ke rendah lalu berdampak pada menyebarnya awan di DIY.

"Ini menyebabkan cuaca menjadi cerah karena intensitas sinar matahari langsung sampai ke bumi lalu dipantulkan. Sehingga kita merasa sangat panas, bahkan sampai 33 derajat Celcius dan kelembaban udara hingga 50 persen," katanya.


Dia pun mengimbau masyarakat agar minum air putih yang cukup supaya tidak dehidrasi. Apalagi musim pancaroba ini rawan dengan penyebaran penyakit.

"Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih. Selain itu, kalau tidak ada kegiatan penting dianjurkan tetap di rumah, karena kondisi saat ini rentan penyakit," tutur Agus.

Agus menerangkan puncak musim hujan di DIY diprediksi bakal terjadi di akhir Januari.

"Puncak musim hujan untuk DIY itu ada di akhir Januari, di dasarian ketiga hingga awal Februari," ujar Agus.




Tonton juga video Heboh Sinar Matahari Kembar Muncul di Makassar, Apa Kata BMKG?:

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)