Bertemu Sultan HB X, Puan Bahas Klitih dan Berbagai Masalah di Yogya

Usman Hadi - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 16:34 WIB
Ketua DPR Puan Maharani bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Yogyakarta, Senin (20/1/2020). (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di kompleks Kepatihan Yogyakarta. Kedatangan Puan untuk membahas berbagai permasalahan yang ada di DIY.

Puan bersama rombongan tiba di Kepatihan pukul 12.52 WIB. Ia tampak didampingi sejumlah anggota DPR dari PDIP, di antaranya Idham Samawi dan Esti Wijayati. Puan beserta rombongan langsung melakukan pertemuan tertutup bersama Sultan HB X di Gadri Kepatihan dan baru selesai sekitar pukul 14.35 WIB.

"Sebagai pimpinan DPR, Ketua DPR, hari ini saya mempunyai agenda untuk datang ke Yogyakarta bertemu dengan Ngarsa Dalem dan Forkopimda untuk membicarakan situasi hal-hal yang terkait dengan fungsi pengawasan," kata Puan usai bertemu Sultan, Senin (20/1/2020).

"Tadi juga kami sudah berdiskusi bagaimana kemudian memitigasi hal-hal yang terjadi di Yogyakarta ini terkait dengan misalnya konflik sosial, kemudian masalah kekeringan. Situasi kadang hujan deras, kadang kering sekali," sambungnya.


Bertemu Sultan HB X, Puan Bahas Klitih dan Berbagai Masalah di YogyaKetua DPR Puan Maharani bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Yogyakarta, Senin (20/1/2020). Foto: Usman Hadi/detikcom

Puan lantas menyinggung upaya membumikan Pancasila di Yogyakarta. Ia tak menjelaskan secara spesifik program tersebut. Namun dengan cara itu ia berharap situasi di Yogyakarta yang notabene Kota Pelajar dapat kondusif.

"(Karena DIY adalah) Provinsi yang selalu menjadi salah satu tempat ingin didatangi oleh anak-anak muda, anak-anak muda untuk bersekolah meraih pendidikan. Tentu saja ini kita harus menjadikan Yogyakarta sebagai daerah istimewa," tuturnya.


Puan mengatakan pihaknya juga membahas masalah klitih atau kekerasan tanpa motif di jalanan dengan Sri Sultan HB X. Untuk mengatasi klitih, Puan menyinggung perlu dilakukannya penguatan terhadap ketahanan keluarga.

"Bagaimana kemudian (ketahanan) keluarga itu harus menjadi salah satu tiang dalam keluarga, sehingga anak-anak itu memang mendapatkan perhatian dari orang tua dan lingkungannya. Jadi jangan kemudian anak-anak itu dibiarkan sendiri," pungkasnya.

(rih/ams)