Round-Up

Pindah Sekolah, Keputusan Siswi SMA Sragen yang Diteror Gegara Tak Berjilbab

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 11:59 WIB
Foto: SMA Negeri 1 Gemolong Sragen (Andika Tarmy/detikcom)
Yogyakarta - Kasus teror kepada siswi SMAN 1 Gemolong Sragen gegara tak berjilbab berbuntut panjang. Setelah mediasi dengan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, sang siswi bernisial Z akhirnya pindah sekolah.

Mediasi itu berlangsung tertutup, di ruang Citrayasa kompleks rumah dinas bupati, Dusun Kebayanan Krajoyok, Sragen Wetan, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (16/1) pukul 08.30-10.00 WIB. Selain pihak sekolah dan orang tua siswi, perwakilan dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta segenap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Sragen juga ikut dalam pertemuan ini.

Bupati Yuni mengklaim masalah sudah terselesaikan dengan baik. Namun dia tak mau merinci isi dari pertemuan tersebut.


Namun siswi Z belum masuk sekolah lagi saat itu usai mendapat teror via WhatsApp dan kasusnya jadi ramai diperbincangkan.

Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS), Sugiarsi mengungkap Z diduga mengalami tekanan batin sehingga terus merasa ketakutan. Sugiarsi mengungkap Z sempat tak mau menemui guru dari SMAN 1 Gemolong yang datang ke rumah Z untuk menemuinya. Namun setelah dibujuk, Z akhirnya menemui para guru tersebut.

Kembali ke mediasi di rumah dinas Bupati Sragen pada Kamis (16/1). Mediasi tersebut berlangsung tertutup, di ruang Citrayasa kompleks rumah dinas bupati, Dusun Kebayanan Krajoyok, Sragen Wetan, Sragen, Jawa Tengah. Selain pihak sekolah dan orang tua siswi Z, hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, serta segenap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Sragen.



Simak Juga Video "Sekolah di Pangkalpinang Diteror Ulat Bulu, Siswa Gatal-gatal"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2