Round-Up

Perkembangan Kasus Siswi SMA Diteror Gegara Tak Berjilbab di Sragen

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 08:50 WIB
Foto: SMA Negeri 1 Gemolong Sragen (Andika Tarmy/detikcom)

Sugiarsi menyebut Z sempat tidak mau menemui pihak sekolah dengan alasan takut. Setelah diberikan motivasi dan pendampingan, Z baru mau menemui guru BK tersebut.


Usai mediasi di rumah dinas Bupati Sragen, ayah Z, Agung Purnomo mengungkap ingin memindahkan putrinya ke sekolah lain. Meski Z, kata Agung, masih ingin sekolah di SMAN 1 Gemolong.

Selain itu, berdasarkan hasil mediasi sekolah tersebut akan menggelar ikrar bersama seluruh warga sekolah yang menyatakan bahwa pihak sekolah memegang teguh Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan menghargai toleransi.


Kepala Cabang Dinas (KCD) wilayah VI, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Eris Yunianto menambahkan, saat ini pihaknya menunggu tindak lanjut pihak sekolah untuk melakukan introspeksi.

"Intinya sudah selesai dari kemarin, hanya hari ini bupati kan juga punya kepentingan menjamin warganya untuk memastikan bahwa sudah tidak ada permasalahan. Yang penting saran dari pihak orang tua adalah bagaimana sekolah memperbaiki. Ini kan butuh proses," ujar Eris.

Eris berharap Z tetap bersekolah di SMA Negeri 1 Gemolong. Namun, keputusan itu diserahkan sepenuhnya kepada siswi tersebut.
Halaman

(sip/sip)