Sah! Kakek 90 Tahun di Sleman Ini Resmi Nikahi Nenek 72 Tahun

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 21:04 WIB
Foto: Kakek 90 tahun di Sleman resmi nikahi nenek 72 tahun (Jauh Hari/detikcom)
Sleman - Istilah cinta tidak mengenal usia berlaku untuk Sukirman (91) dan Sri Maryati (72). Di usia senjanya mereka resmi mengucap akad nikah Jumat (17/1) kemarin.

Pernikahan sepasang lansia yang terpaut 19 tahun itu viral di media sosial, salah satunya diunggah akun @merapinews. Banyak netizen yang mengucapkan selamat kepada kedua mempelai itu.

Dalam postingan itu pasangan kakek-nenek itu terlihat seperti serah-terima mahar. Kakek Sukirman terlihat memakai setelan jas dan peci warna hitam, sementara nenek Sri memakai kebaya dan kerudung warna putih. Keduanya berfoto dengan latar ruangan Balai Nikah dan Manasik Haji, Kecamatan Pakem.

"Samawa mbah, alhamdulillah sah
Mbah sukir (90tahun) mbah sisri (70tahun) yang telah sah menikah di Balai Nikah Kecamatan Pakem Sleman. Pada umur berapa kalian akan menikah?" tulis akun @merapinews seperti dikutip detikcom, Sabtu (18/1/2020).




Dari penelusuran detikcom, rumah kedua pasangan itu berada di Kaliurang Barat, RT 07 RW 19, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Rumah keduanya berada di sebuah gang kecil. Untuk menuju ke lokasi harus berjalan kaki sekitar 50 meter dari jalan raya, sebab akses ke rumah itu berupa turunan dengan anak tangga.

Saat bertemu kakek Sukirman tersenyum ramah. Pensiunan tentara itu sedang duduk di kursi plastik warna hijau, sedangkan istrinya tengah sibuk membersihkan rumah.

"Sudah lama saya kenal dengan istri, kami sering ikut kegiatan lansia, ya di Tlaga Putri, lalu melancong bersama dengan lansia yang lain ke pantai di Gunungkidul," kata Sukirman menceritakan awal mula pertemuannya, Sabtu (18/1/2020).


Setelah berkenalan beberapa waktu, keduanya makin akrab. Sukirman yang sudah menjadi duda sejak beberapa tahun yang lalu merasa kesepian dan membutuhkan seorang pendamping yang bisa mengurusnya di usianya yang sudah uzur.

"Ya bagaimana, saya sudah tua, hidup sendiri tidak enak," akunya.


Dari pandangan matanya kepada Sri Maryati, dia mulai jatuh cinta. Cintanya terhadap Sri Maryati bukan dilandasi nafsu. Namun bagaimana dia bisa hidup berdua dan membagi sepinya.

"Bukan karena nafsu, saya ini sudah tua. Tapi bagimana bisa gotong royong, dan kalau malam tidak sepi, ada teman untuk cerita," beber kakek yang memiliki 19 cucu itu.

(ams/ams)