Menjelajah Terowongan Kuno Era Belanda di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 18:58 WIB
Lubang yang mengarah ke terowongan kuno era Belanda di Klaten (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Terowongan yang dibangun masa kolonial Belanda di Dusun Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten ramai dibicarakan. Terowongan berusia lebih dari satu abad yang jadi bagian Pabrik Gula Cokro itu menarik perhatian masyarakat.

Terowongan ini diperkirakan dibangun bersamaan dengan Pabrik Gula Cokrotulung. detikcom mencoba menjelajah terowongan tersebut mulai dari halaman rumah inisiator penemu terowongan, Danang Heri Subiantoro (53).

Di halaman rumah Danang di RT 17 RW 5 Dusun Cokro Kembang terlihat ada lubang galian berukuran sekitar 5x4 meter. Lubang galian itu diberi garis kuning agar tak sembarang orang masuk.


Ada dua tanggga besi di lubang untuk memasuki terowongan. Saat turun menapaki anak tangga aroma tanah tercium menyengat. Lubang seukuran tubuh orang dewasa itu hanya bisa dimasuki satu orang. Saat menuruni tangga masuk ke kedalaman tanah sekitar 6 meter, akan ditemui dinding berupa tanah maupun bongkahan batu dan batu bata merah yang konon bekas permukiman kuno di masa kolonial.

Sesampainya di dasar lubang, ada lorong setinggi sekitar 2 meter. Lorong itu berdinding batu kali dan beratap batu bata merah. Di sisi kanan lorong terlihat material urukan tanah dan batu yang menutup lorong terowongan tersebut. Sementara saat menengok ke kirim terlihat dua cabang lorong lainnya.

Menjelajah Terowongan Kuno Era Belanda di KlatenBagian dalam terowongan era kolonial Belanda di Klaten (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)

Rembesan air hujan di batu-bata itu tak membuatnya keropos. Di salah satu bagian lorong masih terlihat sedimen lumpur yang berwarna hitam setebal sekitar 80 sentimeter. Blower kipas dan peralatan untuk mengeruk sedimen milik warga masih ditinggal di lokasi.

Berjalan ke arah selatan atau mengarah ke pintu yang tembus ke tebing Sungai Pusur, ruangan lorong bakal menyempit. Namun, bagian lorong ini sudah bersih dari sedimen lumpur.
Selanjutnya
Halaman
1 2