Disorot Pemkot Solo, UNS Inn Klaim Perizinan Lengkap

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 22:03 WIB
UNS Inn, penginapan di dalam kampus UNS Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mempersoalkan izin Universitas Sebelas Maret (UNS) Inn. Namun, pihak UNS berkukuh telah memenuhi seluruh izin pengoperasian penginapan UNS Inn.

Deputi Humas UNS, Intan Novela, mengatakan dalam mengajukan izin saat itu, pihaknya sudah menggunakan nama UNS Inn yang berarti akan difungsikan sebagai penginapan. Beberapa izin yang diurus, yakni Hinder Ordonantie (HO) atau gangguan, izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), serta Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

"Izim HO pada tahun 2017 sudah memakai nama UNS Inn. Seluruh perizinan yang dibutuhkan untuk pengelolaan UNS Inn sudah dipenuhi termasuk Amdal dan Andalalin. Maka tidak masalah jika kami melakukan promosi," kata Intan saat dihubungi detikcom, Jumat (17/1/2020).


Dia mengaku tidak mengetahui jika UNS Inn disebut sebagai hotel dalam Online Travel Agent (OTA). Meski dipromosikan secara umum, Intan menegaskan pengunjungnya mayoritas adalah tamu yang berkepentingan dengan UNS.

"Kalau ada yang menyebut hotel, kami tidak tahu, mungkin standar OTA seperti itu. Tapi sebenarnya pengunjung kami ya tamu dari UNS, seperti keluarga wisudawan," jelasnya.

UNS pun bersedia menyelesaikan polemik tersebut. Bahkan Intan mengaku telah berkomunikasi dengan Pemkot Surakarta sejak kemarin.

"Kami dari sisi izin sudah lengkap. Kami juga sedang dalam proses berkomunikasi dengan pemkot. Jika ada hal yang belum kita penuhi, akan kita penuhi," ujarnya.


Sebelumnya, izin itu disoal Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Solo, Hasta Gunawan. Sebab UNS Inn mengajukan untuk pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat), namun praktiknya, UNS Inn membuka layanan pemesanan melalui OTA.

"Kalau UNS menyebut teaching industry boleh, tapi kan mereka promosi (lewat OTA), harusnya berizin. Harusnya UNS memberi contoh," kata Hasta, Jumat (17/1).

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, meminta jajarannya berkomunikasi dengan pihak UNS. Dia meminta timnya segera mengecek kembali perizinan maupun mengecek langsung ke lokasi.

"Nanti kita cek lagi izinnya sudah sesuai apa belum," katanya singkat. (ams/rih)