Round-Up

Ternyata! Keraton Agung Sejagat Sudah Buka Cabang di Mana-mana

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 07:19 WIB
Kolam di Keraton Agung Sejagat di Purworejo (Foto: Usman Hadi)
Semarang - Kasus penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat terus didalami polisi. Terungkap tidak hanya di Purworejo saja sang 'raja', Toto Santoso, punya kerajaan di beberapa daerah. Bukan hanya di Jawa, tapi hingga di Lampung.

Dari pengakuan Toto, kerajaannya selain di Purworejo juga ada di Klaten, Yogyakarta, dan Lampung. Nama kerajaannya sama yaitu Agung Sejagat.

"Tempat lain dari hasil interogasi tidak di Purworejo saja, salah satunya di Klaten, Yogya, Lampung. Kerajaannya sama, Agung Sejagat, raja juga sama," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Iskandar Fitriana Sutisna, kepada detikcom.


Di Klaten polisi sudah menemukan lokasi kerajaan yang dimaksud Toto dengan pengikutnya sebanyak 28 orang. Iskandar menjelaskan cabang tersebut ada di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Di lokasi tersebut ditemukan batu prasasti, sendang (sumur) kecil bertulisan 'Sendang Panguripane Jagad' dan tempat pertemuan. Seragam kerajaan juga ditemukan.

"Sudah ditemukan cabang kerajaan Agung Sejagat di beberapa kecamatan di Kabupaten Klaten, dipimpin oleh seorang mahamenteri Keraton Agung Sejagat, Saudari Wiwik," paparnya.



Tonton video Buka-bukaan Pengikut 'Jenderal' Bintang 3 soal Keraton Agung Sejagat:


Sementara itu jumlah saksi yang diperiksa juga terus bertambah. Bahkan diketahui ada saksi yang juga korban sudah menyetor Rp 110 juta kepada kerajaan itu namun tidak mendapatkan gaji dolar seperti yang dijanjikan.

"Kami dalami dan lihat bahwa ada saksi yang katakan dia sudah keluarkan uang Rp 110 juta. Kemarin baru sebatas Rp 30 juta," katanya. "Mereka belum pernah menerima gaji yang dijanjikan," lanjutnya.


Fakta lainnya, Toto pernah tinggal di Jl Mangga Dua VII RT 012/005 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara dan dia memiliki utang Rp 1,3 miliar kepada bank.

"Yang bersangkutan memiliki permasalahan utang dari Bank sebanyak Rp 1,3 miliar yang sudah ditagih ke rumah Bapak Manaf (ketua RT setempat)," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes (Pol) Budhi Herdi Susianto, kepada detikcom.

Saat ini Toto dan permaisurinya, Fanni Aminadia, masih ditahan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah. Toto dan Fanni bertemu 2015 dan dikenalkan oleh seseorang.

Mereka bukan pasangan sah menurut negara, namun mereka meyakini sah sebagai Raja dan Ratu menurut keyakinan mereka. Dalam kartu identitas, Toto berstatus belum kawin sedangkan Fanni merupakan ibu dari dua anak.

"Terus (pernikahan) mereka disahkan bukan secara agama atau negara ya, secara adat yang diakui mereka, itu baru 2 tahun yang lalu. Saya tanya kepada mereka, surat kawinnya ada? Nggak ada. Pokoknya mereka menganggap sah, lah. Karena kan namanya kepercayaan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes (Pol) Budhi Haryanto.


Keduanya dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan mereka juga dituduh meresahkan masyarakat di sekitar Keraton yang mereka bangun. (alg/mbr)