Pemkot Solo Permasalahkan Izin Penginapan UNS Inn

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 00:20 WIB
UNS Inn, penginapan di dalam kampus UNS Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
UNS Inn, penginapan di dalam kampus UNS Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Pemkot Solo mempermasalahkan keberadaan UNS Inn, penginapan yang berada di kompleks Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Penginapan tersebut dinilai belum memiliki izin.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surakarta, Toto Amanto. Dia mengaku sebelumnya hanya tahu bahwa tempat tersebut dipakai untuk pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat).

"Setahu kami tempat itu belum berizin sebagai hotel. Kami tahunya itu untuk pusat pendidikan dan pelatihan saja," kata Toto ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (16/1/2020).


Toto mengaku juga belum mengetahui jika UNS Inn sudah dapat dipesan lewat aplikasi Online Travel Agent (OTA). Dilihat dari aplikasi, UNS Inn memiliki fasilitas bintang III dengan tarif sekitar Rp 480 ribu per malam.

"Kami baru tahu kalau bisa dilayani lewat aplikasi online," ujar dia.

Pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi. DPMPTSP hanya bertugas mendata hotel-hotel yang belum sesuai ketentuan.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata. Nanti penindakannya dilakukan oleh Satpol PP," ujar dia.

Sementara itu, Deputi Humas UNS, Intan Novela, membantah jika pihaknya tidak mengajukan izin. UNS Inn dianggap telah beroperasi sesuai prosedur.

"UNS itu secara prosedural kita itu sudah taat asas taat hukum, prosedur-prosedur semuanya sudah dilalui. Intinya sudah tidak ada masalah," kata Intan kepada wartawan.


Bahkan Intan menyebut bahwa UNS mendapat penghargaan sebagai pembayar pajak pengusaha terbaik 2019. Artinya, kata dia, izin UNS Inn sebetulnya sudah tidak ada masalah.

"Sebagai pusat pendidikan dan pelatihan ini sebenarnya ada izinnya. Untuk akomodasi boleh, bisa untuk menerima tamu," ujar dia.

Menurutnya, kebanyakan UNS Inn digunakan oleh mahasiswa yang mengikuti magang. Intan juga menilai masuknya UNS Inn dalam layanan OTA juga bukan sebuah masalah.

"Kalau melihat akta surat izinnya itu sebenarnya ada akomodasi, ada keterangannya bahwa ini akomodasi room, bed, dan sebagainya ada diatur di situ dan tidak masalah. Mungkin hanya bahasa marketing saja," tutupnya. (bai/mbr)