Sultan HB X Setuju Malioboro Bebas Asap Rokok, Tapi...

Usman Hadi - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 18:15 WIB
Suasana Selasa Wage di Malioboro, Yogya, Selasa (10/12/2019). (Foto: Vattaya Zahra/detikcom)
Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X setuju Malioboro dijadikan kawasan tanpa rokok (KTR). Hanya saja Sultan memberikan persyaratan, apa itu?

"Ya nggak ada masalah, silakan saja (Malioboro dijadikan KTR)," kata Sultan di kantor Gubernur DIY saat ditanya wartawan mengenai rencana Malioboro dijadikan KTR mulai Maret 2020, Senin (13/1/2020).

Sultan menilai, meski KTR, bukan berarti lantas tak ada perokok di Malioboro. Sehingga pemerintah harus memberi fasilitas untuk para perokok yang sedang ada di Malioboro.

"Tapi kan harus ada fasilitas (untuk perokok) juga. Nggak bisa Malioboro bebas rokok tapi juga tidak ada tempat yang alternatif (buat perokok), harus ada," sambung Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.


Sultan memberi contoh lokasi untuk tempat merokok di kawasan Malioboro. Dia menegaskan peraturan soal tempat merokok sudah ada aturannya.

"Biarpun (tempat merokok) relatif agak jauh dari lingkungannya, tapi harus ada. Seperti di (depan Hotel) Garuda juga ada sebagai salah satu alternatif, harus begitu. Ketentuan peraturannya kan begitu," paparnya.

Sebagai informasi, Pemkot Yogyakarta berencana menjadikan Malioboro sebagai KTR. Rencananya kebijakan ini akan diberlakukan mulai Maret 2020.

Adapun dasar hukum kebijakan tersebut ialah Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok atau KTR.


Tonton juga Malioboro Bebas Rokok Mulai Maret 2020 :

[Gambas:Video 20detik]

(rih/sip)