Perusakan Hutan Lereng Lawu untuk Lokasi Wisata, Apa Tindakan Perhutani?

Andika Tarmy - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 11:31 WIB
Perusakan hutan di lereng Gunung Lawu. Foto: Andika Tarmy/detikcom
Karanganyar - Perusakan hutan yang diduga dilakukan oleh pengelola di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu Karanganyar dihentikan polisi. Lalu, apa tindakan dari Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta?

"Intinya kami taat aturan. Kebijakan yang diambil pasti disesuaikan dengan aturan. Tentunya perlu tindakan tegas. Karena kalau tidak, justru jadi polemik. Tindakan tegasnya apa, tunggu dulu ini saya sedang berkoordinasi dengan bupati," ujar Administratur KPH Surakarta, Sugi Purwanta, dihubungi detikcom, Jumat (10/1/2020).

Sugi mengatakan, evaluasi terhadap kontrak pengelolaan hutan milik Perhutani terus dilakukan tanpa menunggu insiden terlebih dahulu. Menurutnya, seluruh perjanjian kerjasama pengelolaan hutan selalu dievaluasi setiap tiga bulan sekali.


Diwawancara terpisah, Asper BKPH Lawu Utara Widodo mengungkapkan, izin pengelolaan hutan lindung dikeluarkan oleh KPH Surakarta. Berdasarkan surat Adm KPH Surakarta terbaru, pihak pengelola memang tidak diperbolehkan untuk merobohkan pohon tanpa izin.

"Jadi proses perobohan pohon itu yang pertama, pihak pengelola harus mengajukan izin dulu ke KPH Surakarta. Setelah itu, akan ada pengecekan berita acara pemeriksaan yang dilakukan Perum Perhutani, Polsek dan pihak desa. Ini sudah ada proses pengajuannya, tapi karena kecerobohan ekskavator itu dia merobohkan (dulu)," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3