Jorok! Gunungan Sampah Penuhi Sungai di Kampung Taj Yasin Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 15:28 WIB
Sungai di kampung Taj Yasin di Rembang penuh dengan sampah, Senin (6/1/2020). (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang - Sebuah sungai di kampung asal Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Kabupaten Rembang penuh dengan gunungan sampah. Kondisi tersebut berlangsung sejak dua pekan terakhir.

"Itu sekitar dua minggu gunungan sampah itu ada," kata Camat Sarang, Mutaqin, saat dimintai konfirmasi detikcom di kantor Bupati Rembang, Senin (6/1/2020).

Sungai yang penuh dengan berbagai jenis sampah itu berada di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang. Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 meter dari rumah Taj Yasin.


Kondisinya kini tampak memprihatinkan, tepatnya di bawah jembatan setempat. Untuk menangani kondisi tersebut, Mutaqin mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

"Kami perlu merapatkannya lebih lanjut, kami pertemukan seluruh desa terkait, untuk membahas penanganannya ini," terang Mutaqin.

Jorok! Gunungan Sampah Penuhi Sungai di Kampung Taj Yasin RembangSungai di kampung asal Taj Yasin di Rembang penuh dengan sampah, Senin (6/1/2020). Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Menurut Mutaqin, kondisi gunungan sampah ini cukup mengganggu kenyamanan warga setempat. Aliran sungai juga menjadi terganggu akibat tumpukan sampah yang menyumbat bawah jembatan.

"Kami tidak bisa tergesa-gesa soal penanganan ini. Intinya, kami perlu koordinasi lebih lanjut. Soal pelakunya siapa, intinya kami penanganan terlebih dahulu," jelasnya.

Jorok! Gunungan Sampah Penuhi Sungai di Kampung Taj Yasin RembangSungai di kampung asal Taj Yasin di Rembang penuh dengan sampah, Senin (6/1/2020). Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Terpisah, Kepala Desa Karangmangu, Jumali, menyebut ada sejumlah faktor yang memicu terjadinya gunungan sampah itu.

"Sebenarnya ada beberapa faktor, dari warga sendiri, juga dari pondok. Jadi itu kan pas berseberangan dengan dua desa, Karangmangu dan Bajingjowo. Sebelah barat itu ya warga dari Bajingjowo dan pondok. Sedangkan dari timur ya warga saya sendiri," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan.

"Kebetulan memang petugas kebersihan desa kami lima hari terakhir ini sedang libur karena sakit," sambung Jumali.
Halaman

(rih/ams)