Mobil Dinas Mewah

Bupati Karanganyar Gagal Nanjak, Pukat UGM: Turun ke Sungai Harus Bermobil?

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 18:06 WIB
Bupati Karanganyar, Juliyatmono gagal menyopiri mobil dinas barunya menyeberangi sungai. Foto: Istimewa
Yogyakarta - Bupati Karanganyar Juliyatmono gagal mengemudikan mobil dinas barunya, Jeep Wrangler Rubicon menyeberangi dan nanjak di Sungai Jlantah saat meninjau proyek waduk. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM menilai aksi bupati yang akrab disapa Yuli itu tak perlu.

"Apakah dalam peninjauan, apakah mobil itu (Rubicon) harus dimasukkan ke dalam medan (sungai). Apakah tidak bisa saat meninjau mobilnya tidak usah lewat sungai, tapi orangnya yang turun (dan melewati sungai)," ujar salah seorang peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (4/1/2020).

"Dengan tidak bisa melibas medan berat, justru menunjukkan mobil itu bukan mobil yang tepat (untuk Bupati Karanganyar), padahal mobil dibeli dengan biaya sangat tinggi, dan memakan anggaran yang sangat banyak," imbuh Zaenur.

Menurutnya untuk melewati medan berat tidak perlu sampai menggunakan mobil Rubicon. Ia mencontohkan, daerah tambang atau perkebunan sawit memiliki medan yang berat tapi bisa dijangkau dengan mobil jenis double cabin.

"Karena itu untuk kasus di Karanganyar, saya rasa tidak patut, karena termasuk bermewah-mewahan dan secara fungsional tidak mampu melibas medan berat," katanya.


Menyoal keinginan Bupati Karanganyar untuk mencari medan yang lebih berat lagi untuk menjajal kemampuan mobdin Rubiconnya, Zaenur menilai hal itu tidak perlu dilakukan. Mengingat mobil dinas berfungsi untuk menunjang pekerjaan, bukannya kendaraan ujicoba.

"(Mobdin Rubicon) untuk offroad atau menunjang pekerjaan saat meninjau lokasi yang medannya berat. Karena bayangan saya, untuk meninjau lokasi (di medan berat), mobil bisa diparkir dan bisa meninjau tanpa masukkan mobil ke sungai," ucapnya.

Zaenur menyarankan Yuli menggunakan mobil dinas lamanya saja. Mengingat mobdin baru tidak bisa begitu saja langsung dijual. Menurut peraturan yang berlaku, mobil dinas baru bisa dijual saat berusia 4 tahun.

"Kalau tidak salah ada usia minimal (kendaraan dinas untuk dijual), kalau untuk dijual itu usia minimalnya 4 tahun. Jadi tidak bisa mobil yang baru dibeli dijual lagi," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2