Duh, Mobil Dinas Rubicon Bupati Karanganyar Gagal Nanjak!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 15:38 WIB
Mobil dinas mewah Bupati Karanganyar, Juliyatmono, gagal nanjak di Sungai Jlantah, Jumat (3/1/2020). (Foto: Istimewa)
Karanganyar - Setelah mobil dinas barunya, Jeep Wrangler Rubicon tiba, Bupati Karanganyar Juliyatmono menjajalnya ke jalur off-road. Namun sayang, mobil seharga Rp 1,98 miliar itu tak berhasil nanjak ke sisi Sungai Jlantah.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan Pemkab Karanganyar meninjau proyek Waduk Jlantah di Kecamatan Jatiyoso. Dari informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB pagi tadi.

Peristiwa itu terlihat dalam beberapa video yang diperoleh detikcom. Mobil Rubicon warna oranye-hitam tak bisa menyeberangi sungai. Tak hanya itu, saat akan naik ke sisi sungai yang curam, mobil juga gagal nanjak!


Yuli, sapaan Juliyatmono, mengakui bahwa dirinya sendiri yang mengendarai mobilnya. Menurutnya, dia ingin melakukan uji coba mobilnya di medan tersebut.

"Saya mau menjajal off-road kok. Saya coba sendiri, kalau sopir nggak berani," kata Yuli kepada wartawan, Jumat (3/1/2020).

Duh, Mobil Dinas Rubicon Bupati Karanganyar Gagal Nanjak!Mobil dinas mewah Bupati Karanganyar, Juliyatmono, gagal nanjak di Sungai Jlantah, Jumat (3/1/2020). Foto: Istimewa

Diberitakan sebelumnya, mobil dinas Rubicon tiba di Karanganyar Selasa (24/12). Mobil langsung dikirim ke rumah dinas bupati.

"Kemarin, Selasa sore. Langsung ke rumah dinas," kata Yuli saat ditemui usai rapat di Gedung DPRD Karanganyar, Kamis (26/12/2019).

Rubicon itu akan digunakan Yuli untuk bertugas ke wilayah pegunungan terjal, seperti Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso dan Jatiyoso. Dia mengaku ingin segera menggunakannya untuk meninjau pembangunan Waduk Jlantah di Kecamatan Jatiyoso.


Menurutnya, lokasi waduk tersebut cukup sulit dilintasi. Rubicon, kata dia, cocok digunakan untuk medan-medan menantang di pegunungan lereng Gunung Lawu.

"Dalam waktu dekat ke Waduk Jlantah. Karena kemarin saya ke sana wilayahnya kan cekungan. Waduk Jlantah memang medannya menantang," ujar Yuli. (rih/sip)