Begini Wujud Mobdin Mewah Rubicon Bupati Karanganyar yang Kontroversial

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 18:40 WIB
Mobil dinas mewah Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

"Kemarin sudah saya coba," kata Yuli.

Pembelian mobil ini telah menuai banyak protes dari berbagai pihak. Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono mengatakan, jika saja Juliyatmono, yang juga menjabat ketua DPD II Golkar Karanganyar, meminta saran kepadanya sebelum pengadaan, ia akan melarang pengadaan mobdin senilai Rp 1,9 miliar itu.

"Seandainya Juliyatmono sebagai Bupati, yang juga Ketua DPD II Golkar Karanganyar, minta saran kepada saya selaku Ketua DPD I Jateng, pasti saya larang. Kalau minta pertimbangan saya, saya larang," kata Wisnu saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12).


"Kalau (berdasarkan) cc-nya, dia tidak melanggar. Menurut saya, melanggar asas kepatutan. Di mana melanggarnya? Gubernurnya saja pakai Innova, masa bupatinya pakai Rubicon. Tapi, kalau menurut aturan, tidak salah, dia juga tidak bisa disalahkan," pungkas Wisnu.

Rubicon milik Bupati Karanganyar, Juliyatmono tiba.Rubicon milik Bupati Karanganyar, Juliyatmono tiba. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenur Rohman menyampaikan pembelian mobil Jeep Wrangler Rubicon ini tak patut. Menurutnya, tak patut pejabat negara bermewah-mewah dengan anggaran rakyat.

Selain itu, pembelian mobil ini disebut sebagai bentuk ketidakpekaan pejabat terhadap beban hidup masyarakatnya.

"Para ASN harusnya diberi contoh pola hidup yang sederhana dengan prinsip melayani. Nah, menurut saya, ini satu keteladanan yang kurang baik, satu contoh yang kurang baik begitu, kurang bisa memberi teladan hidup sederhana kepada bawahan," ujar Zaenur.
Halaman

(bai/sip)