Duh, Rumah Berlantai 2 di Klaten Ditempeli Stiker Keluarga Miskin

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 20 Des 2019 15:11 WIB
Foto: Rumah berlantai dua di Klaten yang ditempeli stiker keluarga miskin (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Pemasangan stiker rumah warga miskin penerima bantuan sosial di Kabupaten Klaten 2019 menjadi sorotan. Sebab, ada satu rumah berlantai dua dan berkeramik ditempeli stiker keluarga miskin.

Pantauan detikcom di Dusun Telukan RT 14/07, Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk, Klaten, rumah itu terlihat paling megah dibandingkan tetangga kanan-kirinya. Rumah berlantai dua itu dicat dengan warna hijau dengan hiasan keramik di dinding maupun lantainya.


Rumah itu juga memiliki beranda dengan hiasan pagar besi. Rumah itu terlihat menonjol dibandingkan tetangganya yang hanya berlantai satu.

Pemilik rumah, Erna Musriyatun (36) mengaku rumah mewah itu dibangun dari hasil tabungan kerja suaminya, Marino (36) dan dirinya yang bekerja sebagai buruh serabutan.

"Yang bangun bapak (Marino) dari hasil klumpuk-klumpuk (menabung). Kami orang kecil," kata Erna saat ditemui detikcom di rumahnya, Dusun Telukan, Desa Wanglu, Trucuk, Klaten, Jumat (20/12/2019).

Duh, Rumah Berlantai 2 di Klaten Ditempeli Stiker Keluarga MiskinFoto: Rumah berlantai dua di Klaten yang ditempeli stiker keluarga miskin (Achmad Syauqi/detikcom)


Erna mengaku rumah berlantai dua itu dia bangun secara bertahap sejak 2017 lalu. Rumah itu juga disebutnya belum ditinggali.

"Belum saya tempati. Ini nunggu di rumah ibu dulu," ujar Erna seraya menunjukkan rumah ibunya Reso Sitik yang berada persis di samping rumahnya.


Dihubungi terpisah, Koordinator Kabupaten Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Klaten, Theo Markis mengaku banyak mendapat laporan terkait rumah mewah yang ditempeli stiker miskin. Dia mengatakan temuan itu bakal dibuatkan berita acara untuk verifikasi.

"Jadi temuan yang bagus dapat, tidak bagus tidak dapat, layak dan tidak layak akan dibuatkan berita acara. Berita acara akan dijadikan bahan tindaklanjut untuk dilaporkan ke pusat, termasuk dimasukkan data ke SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation)," beber Theo. (ams/rih)