Tewas Tersambar Petir, Bripda Wisnu Sempat Pamit Ortu Naik Gunung

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 20:21 WIB
Pemakaman Bripda Wisnu yang tewas tersambar petir (Foto: Eko Susanto-detikcom)
Magelang - Bripda Wisnu Mukti S tewas tersambar petir saat menjalani pelatihan di puncak Gunung Ringgit, Pasuruan. Dua hari sebelum tewas, Wisnu sempat video call dengan orang tuanya untuk meminta restu akan naik ke gunung.

"Kalau kabar-kabar itu sering video call. Kalau ada waktu luang, dia (Wisnu) istirahat atau mungkin tidak ada kegiatan dia selalu video call, baik dengan bapaknya, maupun ibunya," kata kakak sepupu Wisnu, Suryanto, saat ditemui di rumah duka, Selasa (17/12/2019).


Sebelum naik gunung, Wisnu sempat melakukan video call dengan orang tuanya. Anak kedua pasangan R Sukacak S dan Maryati itu juga sempat minta doa restu.

"Dua hari kemarin sebelum dia naik ke gunung, persiapan mau naik ke gunung, dia video call. Minta doa restu, karena kan waktu penyeberangan sudah selesai, dia izin minta doa mau naik gunung," tuturnya.

Jenazah tiba di rumah duka Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pukul 13.30 WIB. Setelah disemayamkan di rumah duka, tidak lama kemudian jenazah disalatkan di musala dusun setempat.


Usai disalatkan, dilakukan upacara penyerahan jenazah dari keluarga untuk pemakaman secara kedinasan dan hujan mulai turun. Selesai upacara penyerahan jenazah, upacara pemakaman dilakukan persis di belakang rumahnya.

Ucapan duka cita datang dari berbagai pejabat maupun teman Bripda Wisnu, antara lain dari alumni SMAN 1 Dukun 2015, Kapolri Jenderal Idham Azis, Dankor Brimob Polri Irjen Anang Revandoko, Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto dan Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel.

Diberitakan sebelumnya, tiga peserta didik Dasar Bintara (Daspa) dan Dasar Perwira (Daspa) dari Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan tewas setelah tersambar petir saat menjalani pelatihan di puncak Gunung Ringgit, Pasuruan, Senin (16/12). Ketiga korban tewas yakni Wisnu Mukti S, Fredy Kusdianto dan Rizky Setiawan Pratama.

(ams/ams)