Nitilaku UGM, Mahfud MD Berbaju Adat Madura dan Ganjar Berkostum Wayang

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 15 Des 2019 09:51 WIB
Pawai Budaya Nitilaku UGM 2019. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom


"Dan kebudayaan ini sebagai tata nilai yang dipegang, sekaligus bisa dipakai untuk menjalin relasi sosial dan politik, lewat budaya jadi lebih enak," ujarnya.

Meski kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, menurut Ganjar di setiap kegiatan ada sesuatu yang baru dan berbeda. Ia menuturkan nitilaku kali ini diikuti berbagai komunitas baru dalam Kagama. "Ada komunitas keris, komunitas tari beksan dan sebagainya yang ikut tampil. Suasana seperti ini selalu dirindukan," ujarnya.


Rektor UGM, Panut Mulyono memberikan apresiasi kepada seluruh alumni yang ikut memeriahkan kegiatan nitilaku untuk mengenang jasa keraton dalam pengembangan kampus UGM hingga menjadi sekarang ini.

"Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa UGM dulunya dimulai dari pagelaran Keraton," katanya.

Dalam kesempatan itu, Rektor mengimbau agar para alumni dengan segala posisinya tetap memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

"Para alumni pada posisinya masing-masing bisa memberikan kontribusi dan sumbangan bagi bangsa dan negara," katanya.

Kegiatan nitilaku ini diikuti ribuan peserta yang umumnya mengenakan busana adat daerahs ekaligus menampilkan kesenian daerah masing-masing. Mereka berjalan dari lapangan alun-alun utara menuju kampus bulaksumur melalui rute Keraton, Malioboro, Tugu, Jetis hingga Bulaksumur. Di depan gang sepanjang jalan yang mereka lalui disediakan oleh jajanan pasar dan minuman yang bisa dinikmati para peserta nitilaku.
Halaman

(sip/sip)