Dalam pelantikan kades yang dilakukan di Pendapa Dipayudha Adigraha, Banjarnegara, ada satu desa yang tidak bisa mengikuti pelantikan, yakni Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan. Penyebabnya, calon kepala desa terpilih meninggal dunia.
"Untuk yang habis masa jabatan kepala desa sebenarnya ada 197. Tetapi Desa Karangtengah hanya ada 1 calon, sehingga pilkades tidak bisa dilaksanakan. Sedangkan ada 1 lagi calon kades terpilih meninggal dunia. Jadi yang dilantik hari ini total 195 kades," jelas Kepala Dispermades Banjarnegara Agus Kusuma seusai pelantikan, Rabu (11/12/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menekankan agar 195 kades yang baru dilantik langsung bersinergi dengan pemerintah kabupaten. Termasuk untuk membangun infrastruktur dan pembangunan SDM.
"Kami harapkan, setelah dilantik ini, para kades bisa langsung bersinergi dengan pemerintah kabupaten. Sesuai visi-misi Pak Presiden, yakni membangun infrastruktur dan pembangunan SDM," ujarnya.
Diberitakan, Ahmad Fauzi sempat dilaporkan hilang. Ia pergi meninggalkan rumah sejak 12 November 2019. Setelah dilakukan pencarian, Ahmad Fauzi ditemukan di salah satu pondok pesantren di Salatiga pada 29 November.
Sebelumnya, Ahmad Fauzi bersama kades terpilih lainnya juga dites urine oleh polisi. Langkah ini guna mengantisipasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
"Hasil pengecekan urine negatif. Setelah pengecekan itu, Ahmad Fauzi langsung pulang bertemu keluarganya," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa, Sabtu (30/11).
Halaman 2 dari 2