Paguyuban Warga Solo Ini Keberatan Gibran Rakabuming Maju Pilkada

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 14:10 WIB
Jumpa pers Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) yang keberatan Gibran maju Pilkada Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jumpa pers Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) yang keberatan Gibran maju Pilkada Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Sekelompok orang yang menamakan diri Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyebut Gibran Rakabuming Raka tak layak dipilih dalam Pilkada Solo 2020. Begini pernyataan mereka.

Ketua Paguyuban, Johan Syafaat Mahanani, mengajak masyarakat kembali mengingat saat Pilwalkot Solo 2015. Dia menyebut saat itu putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut tidak menggunakan hak pilihnya.

"Tahun 2015 beliau tidak melaksanakan kewajibannya sebagai pemilih. Malah di luar kota, bahkan ada yang bilang di luar negeri," kata Johan dalam jumpa pers di Solo, Selasa (10/12/2019).


Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah ironi. Saat itu Gibran enggan menggunakan hak pilih, tapi kini justru meminta dipilih.

Johan khawatir Gibran akan menjadi contoh buruk bagi generasi muda. Padahal saat 2015, katanya, Gibran bisa dikatakan sebagai tokoh publik.

"Saat itu kan Pak Jokowi sudah jadi presiden, artinya Mas Gibran menjadi tokoh. Ini bisa menjadi preseden buruk," ujarnya.


Namun PWSPP mengaku tidak melarang Gibran mendaftarkan diri maju Pilwalkot. Mereka hanya ingin menyadarkan masyarakat terhadap temuan mereka.

"Kami tidak menolak, tapi kami hanya keberatan jika Gibran maju sekarang. Silakan maju pada pemilu selanjutnya dengan syarat Pilkada 2020 besok beliau harus menggunakan hak pilihnya," pungkasnya. (bai/sip)