105 Karyawan Pabrik Diduga Keracunan Usai Makan Sajian Katering di Sleman

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 18:32 WIB
Suasana RS Panti Nugroho Sleman yang dipadati pasien diduga keracunan makanan. (Usman Hadi/detikcom)
Suasana RS Panti Nugroho Sleman yang dipadati pasien diduga keracunan makanan. (Usman Hadi/detikcom)
Sleman - Karyawan pabrik garmen di Sleman yang diduga keracunan makanan kini menjadi 105 orang. Kini 101 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sedangkan empat lainnya masih dirawat di RS Panti Nugroho Sleman.

"Sebanyak 101 orang yang diduga keracunan sudah boleh pulang, dua orang masih diobservasi dan ini ada dua orang yang masuk baru lagi. Masih empat di sini," jelas Direktur RS Panti Nugroho, dr Tandean, di RS Panti Nugroho Sleman, Kamis (5/12/2019).

Tandean menerangkan para karyawan berdatangan ke RS Panti Rapih Sleman pada pukul 13.00-13.30 WIB. Setelah mereka dirawat petugas medis, berangsur-angsur kondisinya membaik.

"Kondisinya sudah membaik, sudah tanda hijau artinya boleh pulang. Kalau tadi keluhannya mual, muntah, pusing kebanyakan. Sudah ditangani juga dan sudah mendapatkan obat," paparnya.

Petugas medis RS Panti Nugroho, kata Tandean, tak bisa memastikan penyebab ratusan karyawan pabrik garmen itu keracunan. Menurutnya, yang berwenang memberikan keterangan lebih lanjut ialah Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Direktur RS Panti Nugroho, dr Tandean.Direktur RS Panti Nugroho, dr Tandean (Usman Hadi/detikcom)

"Saya nggak bisa (memastikan) karena itu (wewenang) Dinas Kesehatan (Sleman). Maka saya bilang diduga (keracunan) karena saya belum tahu, coba tanya dinas saja," pungkas dia.

Mayoritas korban mengeluh pusing, mual, dan muntah setelah memakan hidangan katering dari kantor.


"Pasien rata-rata datang dengan keluhan pusing, mual, dan muntah. Tapi rata-rata kondisi pasien sampai di sini cukup baik dan kami segera memberikan penanganan pertama sesuai dengan keluhan pasien," jelas dokter umum RS Panti Nugroho, dr Lilyana.

Salah seorang korban, Eva Dermita, bercerita dia dan teman-temannya menyantap ikan tongkol dan sayur pepaya sebelum merasakan sakit perut.

"Tadi makan ikan tongkol sama sayur kates (pepaya). (Kemudian bereaksi) sekitar satu jam," kata Eva.

105 Karyawan Pabrik Keracunan Usai Makan Sajian Katering di Sleman Eva Dermita (Usman Hadi/detikcom)

Menurut Eva, setelah menyantap makanan katering itu, badannya terasa gatal, kepalanya pusing, perutnya mual, hingga akhirnya muntah-muntah. Tak hanya itu, Eva juga sempat pingsan di kantor.

"Sempat pingsan tadi jam 13.30 WIB. Setelah makan siang, terus kami masih bekerja seperti biasa terus ngerasa pusing, ngerasa panas, terus turun ke bawah mau minta obat, tapi langsung muntah," terangnya.

Sama seperti Eva, korban lainnya, yakni Yuni, mengeluhkan pusing, mual, dan muntah. Bedanya, makanan yang disantapnya adalah ikan jenis pindang, yang terasa pahit saat di mulut.

"Tadi (makan) pindang di nasi bungkus dari katering. Setelah 30 menit terasa pusing, awalnya pusing. Tadi pindangnya itu agak-agak pahit gimana gitu. Teman-teman juga ngerasain agak gimana gitu," sebutnya. (ush/sip)