Mantap! Siswa SD Sragen Sabet Perak Olimpiade Sains di Vietnam

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 15:14 WIB
Keisya berlatih dengan guru pembimbingnya, Mutia. (Andika Tarmy/detikcom)

"Mungkin kalau dengan Amerika kita kalah di bidang teknologinya. Tapi secara keseluruhan, kemampuan kita bisa bersaing kok dengan negara lain, tergantung pelatihannya juga," tambahnya.

Prestasi ini pun membuat Keisya semakin semangat untuk berusaha lebih baik lagi. Dirinya berkomitmen akan terus memperkaya ilmu, dan bercita-cita ikut kompetisi internasional jenjang berikutnya.

Diwawancarai terpisah, guru pembimbing Keisya, Mutia Iska Sari, prestasi yang diraih anak didiknya merupakan buah dari upaya panjang pihak sekolah. Keisya merupakan hasil pembibitan siswa unggul yang mendapatkan porsi latihan khusus sejak masih duduk di kelas III.


"Jadi mulai kelas III kami saring lima anak yang memiliki keunggulan di bidang matematika dan IPA. Kelas IV kami saring jadi 2 anak. Kelas V terpilih satu anak yang kita mulai ikutkan lomba-lomba," ujar Mutia.

Sejak duduk di kelas III, anak yang terpilih mulai diberi materi satu tingkat di atasnya. SDIT Az-Zahra bahkan memiliki tim pembimbing yang khusus mengawasi perkembangan anak-anak berbakat ini.

"Memang tim, dari nol kami cari bibit. Karena anak-anak cerdas itu tidak bisa diukur dengan nilai. Keisya ini awalnya unggul di biologi, tapi pelan-pelan kami asah fisikanya," terang Mutia.


Mutia menerangkan, sebelum turut bagian dalam IMSO, Keisya meraih emas di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Yogyakarta, Juli 2019. Keisya meraih medali emas, menyisihkan 112 peserta se-Indonesia.

"Setelah juara di OSN, Keisya menjalani serangkaian seleksi sebelum akhirnya terpilih sebagai bagian dari tim Indonesia yang dikirim di ajang IMSO," kata Mutia.
Halaman

(sip/sip)