Dua Bulan Terakhir, Ada 41 Laporan Serangan Tawon Vespa di Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 14:51 WIB
Petugas musnahkan sarang tawon Vespa di Desa Jurang RT 3 RW 3, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (27/11/2019). Foto: Akrom Hazami/detikcom
Petugas musnahkan sarang tawon Vespa di Desa Jurang RT 3 RW 3, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (27/11/2019). Foto: Akrom Hazami/detikcom
Sragen - Serangan tawon Vespa affinis atau dikenal sebagai tawon endhas, juga merebak di Kabupaten Sragen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 18 kejadian serangan tawon Vespa selama bulan November ini.

Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Sragen, serangan tawon Vespa ini terjadi di 8 kecamatan di Sragen. Menurut jumlah sebaran, serangan paling banyak ditemukan di Kecamatan Sidoharjo dan Karangmalang.

"Di bulan ini saja, sampai hari ini sudah ada 18 laporan kejadian serangan tawon Vespa. Bulan Oktober ada 23 laporan. Beruntung tidak ada korban serius. Hanya ada satu korban yang kemarin sempat dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, saat dihubungi detikcom, Kamis (28/11/2019).


Sugeng melanjutkan, korban tersebut bernama Sugiman (64), warga Dukuh Terban, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung. Korban diserang kawanan tawon Vespa saat membersihkan kebun di belakang rumahnya, Jumat (22/11).

"Tidak sengaja menyenggol sarang hingga diserang kawanan tawon. Oleh warga dibawa ke RSI Amal Sehat. Saat kami cek di rumah sakit, kondisinya drop dengan kurang lebih 30 bekas sengatan di sekujur tubuh," terang Sugeng.

Karena cepat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban berangsur baik dan sudah diperbolehkan pulang.
Selanjutnya
Halaman
1 2