Waket DPRD DIY Minta Kasus Intoleransi di Yogya Tak Dibesarkan, Kenapa?

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 26 Nov 2019 19:16 WIB
Gedung DPRD DIY. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Gedung DPRD DIY. Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Wakil Ketua (Waket) DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, meminta kasus intoleransi di Yogyakarta tidak dibesar-besarkan. Sebab, menurutnya masih banyak kasus lain yang juga membutuhkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

"Oke ada (kasus intoleransi di Yogyakarta), tapi nggak banyak. Jangan dibesar-besarkan lah menurut saya, jangan dibesar-besarkan lah, begitu," ujar Huda kepada wartawan di kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

"Jangan kemudian kita blow up lah, yang ada kalau kita lihat seperti ini (kasus intoleransi) ya kita diskusi, komunikasi bersama-sama," sambung politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.


Huda mengklaim masyarakat Indonesia khususnya warga Yogyakarta sudah terlatih dalam urusan toleransi. Kalaupun ada kasus intoleransi di Yogyakarta, tutur Huda, jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

"Saya bukan apa-apa ya, di DIY ini kan hal-hal yang urusannya dengan intoleransi dan segala macam itu kan, maaf ya, kalau saya katakan sedikit, kecil," paparnya.

Ia mencontohkan, di kampung-kampung Yogyakarta masyarakat dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, dapat hidup berdampingan. Meski kadang kala tetap muncul insiden atau gesekan di antara mereka.
Selanjutnya
Halaman
1 2