Pakar: Kenaikan Cukai Rokok Harus Libatkan Petani dan Industri

Usman Hadi - detikNews
Sabtu, 23 Nov 2019 16:42 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok dan harga jual eceran. Soal kenaikan cukai rokok saat ini juga menimbulkan pro dan kontra.

Pakar Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Krishna Djaya Darumurti, menyarankan agar pembahasan mengenai aturan kenaikan cukai rokok melibatkan stakeholder terkait, yakni para pelaku industri dan petani tembakau.

"Bagaimanapun juga, walaupun itu (kenaikan cukai rokok) bentuk kewenangan sebagai diskresi pemerintah untuk menetapkan itu, tetap saja para pihak itu (industri dan petani tembakau) harus juga dilibatkan," kata Krishna kepada wartawan, Sabtu (23/11/2019).

Hal itu disampaikan Krishna di sela Focus Group Discussion (FGD) sekaligus pembentukan Lembaga Konsumen Rokok Indonesia (LKRI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di R3 Cafe Brajan, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul.

Krishna membenarkan keputusan menaikkan cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok merupakan kewenangan pemerintah. Namun Krishna memberikan catatan. Menurutnya, pengambilan kebijakan itu tetap harus melibatkan stakeholder terkait.

"Tapi kalau tidak dilibatkan alasannya (pemerintah) itu harus kuat, yaitu tidak boleh merugikan kepentingan lainnya yang terkait dengan perokok ini atau kaitan dengan rokok ini. Harus semua dipertimbangkan, sehingga tidak ada yang dirugikan," tegasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2