detikNews
Jumat 22 November 2019, 20:09 WIB

Tak Ketemu, Pencarian Nenek Hilang di Hutan Gunungkidul Disetop

Pradito Rida Pertana - detikNews
Tak Ketemu, Pencarian Nenek Hilang di Hutan Gunungkidul Disetop Pencarian terhadap Markiyem di Hutan Wonosadi, Gunungkidul memasuki hari ketujuh, Jumat (22/11/2019). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta
Gunungkidul - Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian Marto Markiyem (72), nenek yang dilaporkan hilang di hutan Wonosadi, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul sejak Jumat (15/11) lalu. Hal itu karena memasuki hari ke-7 pencarian, Markiyem tak kunjung ditemukan.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, mengatakan dalam pencarian har ini tim SAR gabungan melibatkan sekitar 100 personel yang dibantu warga sekitar. Di mana 100 personel itu terbagi menjadi 4 SRU yang melakukan pencarian sejauh 3 kilometer ke segala arah dengan titik mulai pencarian dari rumah korban.

"Segala upaya sudah dilakukan oleh tim SAR gabungan. Bahkan saat pencarian hari ketiga sampai melibatkan 1 tim K9 dari Unit Satwa Polda DIY. Tapi karena hujan, tim K9 tidak bisa dilibatkan lagi," kata Pipit dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).


Adapun tim SAR gabungan yang melakukan pencarian hari ini terdiri dari Pos Basarnas Gunungkidul, Polsek Ngawen, Koramil Ngawen, BPBD Gunungkidul, SAR DIY, SAR MTA, Tagana Gunungkidul, Rapi Gunungkidul, Banser SAR, SAR Semesta, Bahari Rescue, Code X, Handayani Rescue, Potensi SAR dan warga sekitar.

"Tapi sampai hari ketujuh pencarian ini belum juga membuahkan hasil, dan karena sudah memasuki 7 hari, maka operasi SAR dinyatakan ditutup," ucap Pipit.

Menurut Pipit, berhentinya operasi pencarian terhadap Markiyem sesuai dengan SOP Basarnas yang merujuk Undang-undang No 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Akan tetapi, Pipit menyebut meski operasi telah ditutup, tidak menutup kemungkinan operasi pencarian kembali dilaksanakan kembali.

"Meskipun operasi SAR gabungan sudah ditutup, Basarnas Yogyakarta khususnya Pos Basarnas Gunungkidul akan terus melakukan pemantauan dan selalu berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, Potensi SAR dan masyarakat setempat," ucapnya.


Sebelumnya, pencarian Markiyem bermula saat tim SAR setempat menerima laporan bahwa Markiyem tak kunjung pulang ke rumah sejak Jumat (15/11) lalu. Mendapat laporan tersebut, tim SAR setempat langsung melakukan pencarian terhadap Markiyem.

"Laporan terakhir itu ada yang melihat Markiyem pulang dari ladang, tapi bukan ke arah rumahnya melainkan masuk ke area hutan Wonosadi, Ngawen," kata Pipit saat dihubungi, Sabtu (16/11/2019).

"Dugaannya korban ini pikun, karena itu tim SAR gabungan melakukan pencarian di hutan Wonosadi," imbuh Pipit.


(rih/rih)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com