Eks Sekda Jateng Dikukuhkan Jadi Guru Besar Tidak Tetap Undip

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 17:39 WIB
Eks Sekda Jateng Sri Puryono dikukuhkan jadi guru besar tidak tetap Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (22/11/2019). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Eks Sekda Jateng Sri Puryono dikukuhkan jadi guru besar tidak tetap Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (22/11/2019). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Eks Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah (Jateng) Sri Puryono dikukuhkan menjadi guru besar tidak tetap Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ia menjadi guru besar dosen tidak tetap ke-8 di Undip.

Pengukuhan dilakukan di Gedung Prof Sudarto Undip, sore ini. Dalam pengukuhan tersebut hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin, Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, hingga Gubernur Jateng periode 2009-2014 Bibit Waluyo, serta wakilnya dulu, Rustriningsih. Ada juga mantan Kapolda Jateng Condro Kirono serta tokoh Jawa Tengah lainnya.

"Prof Sri Puryono menjadi guru besar dosen tidak tetap pertama sekolah Pascasarjana Undip. Karena yang memberi rekomendasi sekolah Pascasarjana Undip. Menjadi guru besar dosen tidak tetap ke-8," kata Ketua Senat Akademik Undip Sunarso, Jumat (22/11/2019).


Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan Sri Puryono layak mendapatkan gelat tersebut. Pengalaman dalam birokrasi dan pemerintahan menjadi juga sudah diraguka menurut Yos.

"Beliau juga aktif dalam penulisan jurnal akademik saat duduk di pemerintahan, menurut saya sudah sangat tepat," katanya.

Sementara itu, Sri Puryono dalam pemaparannya orasi ilmiahnya menyampaikan soal pemanfaatan ekoregion terhadap pengelolaan lingkungan pesisir. Sri fokus pada kasus Teluk Semarang yang memiliki luas perairan 174.170 hektare serta pencemaran sungai yang dilakukan di hulu.

"Menurut saya topik lagi in itu berita kawasan pesisir belum banyak yang menyentuh, S3 saya soal kawasan pesisir juga, ini melanjutkan. Lihat data dan fakta, kepedulian terhadap pesisir masih kurang," kata Sri.


Menurut Sri, dari penelitiannya ada perkembangan dalam pengelolaan hutan mangrove di kawasan pesisir. Tahun 2009 hanya ada 3,76 persen tanaman mangrove di teluk Semarang.

"Saat ini ada 22,75 persen dan bisa terus ditingkatkan dan bisa dirasakan oleh masyarakat pesisir," pungkasnya.


Sedangkan terkait jabatan Sekda Jawa Tengah, Sri sudah menyelesaikan masa jabatan sejak 24 Oktober 2019 lalu. Ganjar kemudian menunjuk Heru Setiadhie sebagai Pelaksana Harian Sekda Jateng.

"Saya sudah menunjuk Pak Herru sebagai Pelaksana Harian Sekda Jateng, surat keputusannya tertanggal 25 Oktober 2019," kata Ganjar.

Ganjar juga akan melakukan lelang jabatan untuk pemilihan sekda definitif yang baru. Politikus PDIP itu memang selalu menerapkan proses lelang untuk mengisi jabatan di Pemprov Jateng.

(alg/rih)