Mengaku Cinta, Siswa SMA Tusuk Guru Pakai Pisau di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 15:41 WIB
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Bantul - Seorang siswa laki-laki SMA di Kabupaten Kulon Progo nekat menusuk gurunya dengan pisau ketika tertidur pulas. Tersangka mengaku motif perbuatannya karena cinta.

Kapolsek Srandakan Kompol B Muryanto menjelaskan kejadian bermula saat korban Wening Pamujiasih (35), warga Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, tengah tertidur pulas di kamarnya, Rabu (20/11/2019) malam. Saat itu korban hanya berdua dengan mertua karena suaminya tengah menghadiri rapat di masjid.

Selanjutnya, tersangka mendatangi rumah korban dan langsung masuk melalui pintu belakang.

"Karena tahu rumah korban sepi, pelaku langsung ke rumah korban dan masuk lewat pintu belakang, karena di depan ada mertua korban yang sedang tidur," kata Muryanto saat dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (21/11/2019).


Berhasil masuk rumah, tersangka langsung menuju kamar korban yang pintunya tidak berbentuk permanen.

"Saat Bu Wening lagi tidur, langsung ditusuk dengan pisau dapur selebar 3 cm dan panjangnya 7 cm. Tusukannya kena ulu hati (korban). Setelah menusuk itu, (tersangka) langsung pergi dari rumah korban," jelas Muryanto.

Mengalami hal tersebut, guru honorer ini langsung teriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, mertua dan suaminya korban yang kebetulan sudah pulang langsung menghampiri.

Korban pun selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit UII dan kemudian dirujuk ke RSUP Sardjito. Suami korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srandakan.

Setelah melakukan olah TKP dan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan tersangka di rumahnya dini hari tadi.

Dari pengakuan tersangka, selama ini ia menyukai dan menaruh hati terhadap korban. Karena itu, ia mencari informasi di mana rumah korban untuk selanjutnya didatangi.


"Setelah diamankan, tadi pagi saya tanyai kenapa kok nusuk? Dia jawab, 'Saya itu cinta sama guru itu, saya sayang, saya senang,'" katanya.

"Tapi kalau dugaan kami, korban ini sempat digerayangi, lalu kaget dan daripada teriak, lalu ditusuk pelaku. Tapi itu masih dugaan, dan saat ini juga masih didalami sama anggota," ujar Muryanto.

Muryanto menambahkan, dari penelusuran, ternyata tersangka mengalami gangguan kejiwaan sejak SD. Kendati demikian, tersangka tetap diproses hukum lebih lanjut dengan melibatkan Unit PPA Polres Bantul. (rih/rih)