Waspada! Ada 3 Juta Meter Kubik Material di Puncak Merapi

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 16:14 WIB
Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Ia mengatakan material di puncak bisa menjadi lahar memerlukan syarat. Syarat itu adalah curah hujan tinggi dan durasinya lama.

Mengingat potensi material itu tidak hanya material baru tetapi juga material lama, maka warga yang beraktivitas di Kali Gendol dan Woro harus tetap waspada.

Selain lahar hujan, masyarakat diminta waspada berkaitan letusan yang disertai guguran awan panas. Kejadian itu merupakan aktivitas membongkar kubah yang terus tumbuh sejak Agustus tahun lalu.

"Masyarakat harus tetap waspada sebab guguran dan letusan masih mungkin terus terjadi. Merapi masih waspada dan belum normal sehingga jarak 3 km tidak beraktivitas harus ditaati," tambahnya.

Gempa-gempa vulkanik yang terus terjadi merupakan akibat suplai magma yang terus terjadi. Gempa itu internal dan tidak berkaitan dengan penyebab lain.

Peneliti BPPTKG, Subandriyo menjelaskan jika melihat kubah lava saat ini maka material letusan mengarah ke tenggara. Wilayah tenggara bisa terpapar material letusan.

"Jika sejak tahun 1930 mengarah ke barat maka saat ini arah ke tenggara. Material bisa mencapai 300 juta meter kubik selama 130 tahun ke depan," katanya.

Menurut catatan selama kurun 130 tahun terjadi 30 kali letusan yang 90 persennya mengikuti arah bukaan kawah. Jika sekali letusan memuntahkan 1 juta meter kubik maka ada 300 juta meter kubik material yang mengarah ke tenggara.

Sebab letusan itu tidak bisa dikompromikan maka masyarakat tenggara harus selalu siap. Untuk itu pelatihan menghadapi bencana sangat diperlukan.

Halaman

(bgs/bgs)