detikNews
2019/11/19 17:22:37 WIB

Buta Pascaoperasi, Penjual Soto Gugat RS Mata Solo Rp 10 M

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Buta Pascaoperasi, Penjual Soto Gugat RS Mata Solo Rp 10 M Kastur, penggugat RS Mata Solo (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Seorang penjual soto Lamongan asal Malangjiwan RT 05 RW 02, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kastur (65), menggugat RS Mata Solo ke Pengadilan Negeri Surakarta. Dia merasa menjadi korban malpraktik hingga mengalami kebutaan.

Kastur menceritakan kebutaan dia alami sudah hampir 3 tahun. Awalnya dia hanya memiliki keluhan sulit membaca berita pada teks berjalan di televisi.

Kastur mendatangi RS Mata Solo untuk dibuatkan kacamata. Dia menilai kacamata bisa membantu mengurangi keluhannya tersebut.

Namun, setelah Kastur diperiksa, dokter berinisial RH berkata lain. Kastur diminta melakukan operasi karena diduga mengalami katarak parah pada mata kanannya.

"Dokter bilang kataraknya sudah hilang. Saya tanya soal kacamata lagi, katanya masih harus kontrol terus tiap bulan," kata Kastur di PN Surakarta, Selasa (19/11/2019).


Januari 2017, dokter kembali memvonis Kastur mengalami katarak. Kali ini pada mata kirinya. Dia pun diminta kembali melakukan operasi agar kataraknya hilang.

"Tapi yang kedua ini sakit sekali. Kalau yang pertama dulu tidak sakit. Tapi setelah itu memang mata saya jernih," ujar dia.

Namun semakin lama matanya menjadi buram. Empat pekan pascaoperasi, matanya menjadi buta. Hingga kini, Kastur harus memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya yang buta.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com