detikNews
2019/11/19 16:17:52 WIB

Gempa Sering Terjadi di Klaten, Pemkab Petakan Ulang Sesar Aktif

Achmad Syauqi - detikNews
Halaman 1 dari 3
Gempa Sering Terjadi di Klaten, Pemkab Petakan Ulang Sesar Aktif BPBD mengadakan temu relawan di barak Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Selasa (19/11/2019). (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Dalam beberapa waktu terakhir sering terjadi gempa bumi yang berpusat di wilayah Kabupaten Klaten. Pemkab Klaten kini tengah menyusun ulang peta sesar atau patahan aktif guna kepentingan mitigasi.

"BPBD bersama Dinas PUPR melakukan pemetaan sesar dan patahan. Pemetaan sudah berjalan sekitar dua bulan dan ini masih berlangsung," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Nur Tjahjono kepada detikcom di sela acara temu relawan bencana di barak Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Selasa (19/11/2019).


Dijelaskannya, pemetaan itu untuk mengetahui titik mana saja sesar dan patahan yang aktif. Hasil pemetaan itu akan diinformasikan ke masyarakat dan semua elemen.

Menurutnya, adanya peta baru itu bukan bermaksud untuk menakuti masyarakat. Namun, agar ke depan, masyarakat lebih siap menghadapi segala kemungkinan. Masyarakat yang mengetahui letak sesar dan patahan aktif bisa mempersiapkan diri dalam berbuat. Misalnya dalam membangun rumah harus membangun rumah yang ramah gempa.

Dari pemetaan itu nantinya juga akan disusun kawasan rawan bencana (KRB) 1, 2, dan 3. Berikut informasi dan mitigasi kebencanaan yang diperlukan.

"Setelah peta ada dan KRB tersusun, akan ditindaklanjuti dengan monitoring. Kita akan cek jumlah bangunan dan dampaknya," tambahnya.


Namun Nur menyebutkan pemetaan ini tak sebatas karena akhir-akhir ini sering terjadi gempa lokal skala kecil di Klaten. Ada gempa atau tidak, kata dia, pemetaan perlu dilakukan. Sebab, di Klaten ada sesar Dengkeng dan Jiwo.

"Saya juga sering dapat info itu (gempa lokal). Tapi dengan skala di bawah 4 SR mungkin tidak terasa oleh masyarakat," ujar Nur.

Secara teori, jika di wilayah sesar sering terjadi gempa kecil, kemungkinan gempa tektonik skala besar semakin berkurang. Karena gempa kecil itu mengurangi energinya.

"Tapi BPBD tidak akan berspekulasi. Sebab, gempa bisa terjadi tidak terduga seperti pada 2006," ujarnya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com