Penjelasan Lengkap BPPTKG tentang Letusan Gunung Merapi Siang Ini

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 13:29 WIB
Penampakan Gunung Merapi pada Minggu (17/11) pukul 11.04 WIB. Foto: Dok Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan
Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut awan panas letusan (APL) Gunung Merapi tadi siang karena akumulasi gas. Selain itu, aktivitas serupa kemungkinan masih akan terjadi lagi tapi tidak akan berukuran besar.

"Ya, itu, kita sampaikan bahwa itu adalah...ya itu letusan, ya seperti kemarin. Sekarang karakter (Gunung) Merapi seperti itu, jadi ada awan panas letusan seperti itu," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat dihubungi wartawan, Minggu (17/11/2019) siang.

Lanjut Hanik, APL kali ini terjadi karena adanya sumbatan lava yang berujung pada akumulasi gas pada kubah Gunung Merapi. Menurutnya, hal serupa juga menjadi penyebab terjadinya APL pada bulan Oktober.


"Sama, masih gas, itu kan gini, kemarin setelah tanggal 22 (September) terus kemudian tanggal 9 Oktober. Nah, tanggal 30 Oktober itu kan kita ngedrone (pemantauan dari udara menggunakan drone), ternyata di tengah, yang sudah kami infokan itu kan ada sumbatan lava," katanya.

"Itu artinya bahwa sumbatan lava itu yang salah satu penyebabnya adalah karena adanya gas, kan sebagian terakumulasi dan letusan tanggal 9 (Oktober). Kemarin ada lagi kenaikan aktivitas, kenaikan aktivitas dalam artian MPnya kan banyak tuh kemarin, MP sama vulkanik dalamnya. Yang dari dalam menuju ke permukaan menjadi sumbatan lagi yang sekarang terjadi letusan yang sekarang ini," sambung Hanik.

Menyoal adanya APL susulan, Hanik menyebut kemungkinan itu masih bisa terjadi selama Gunung Merapi berstatus aktif. Kendati demikian, ia memperkirakan APL yang terjadi tidak akan berukuran besar.


"Karena kami tidak mendeteksi adanya deformasi yang cukup signifikan, sehingga kalaupun ada letusan sama seperti yang kemarin. Artinya, potensi itu ada dengan jarak luncur kurang dari 3 kilometer," kata Hanik.

Mengingat durasi APL siang ini hanya 155 detik dengan tinggi kolom letusan 1.000 meter. Selain itu, arah angin pasca-APL Gunung Merapi mengarah ke arah barat.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi meletus pada siang hari ini. Letusan Gunung Merapi terjadi pada pukul 10.46 WIB.


"Terjadi letusan di Gunung #Merapi tanggal 17 November 2019 pukul 10:46 WIB," demikian informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi lewat akun Twitter resmi @BPPTKG, Minggu (17/11).

BPPTKG mengungkap bahwa letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maks 70 mm dan durasi 155 detik.

"Angin bertiup ke Barat," imbuh BPPTKG.

Status Gunung Merapi hingga saat ini Waspada sejak 21 Mei 2018.


Simak Video "Detik-detik Letusan Gunung Merapi"

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)