Bhabinkamtibmas Dikerahkan Tangani Teror Tawon Vespa di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 13:36 WIB
Wakapolres Klaten Kompol M Zulfikar Iskandar datang ke Desa Sembung, Kecamatan Wedi, buntut teror tawon Vespa. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten - Polisi turut turun tangan menangani teror tawon Vespa affinis di Kabupaten Klaten. Maraknya koloni tawon Vespa itu sudah memakan 2 korban tewas dan puluhan orang luka.

Wakapolres Klaten Kompol M Zulfikar Iskandar mengatakan, pihaknya mengerahkan Bhabinkamtibmas dan seluruh personel Polsek yang ada di wilayah hukum Klaten.

"Bukan hanya akan dilibatkan tetapi Bhabinkamtibmas wajib terlibat. Setiap ada kejadian datang ke rumah korban (sengatan tawon) dan memberikan sosialisasi agar tidak terus jatuh korban," kata Zulfikar saat ditemui detikcom usai acara bakti sosial di Terminal Klaten, Jumat (15/11/2019).


Menurut Zulfikar, penanganan ancaman tawon bukan hanya tugas Pemkab Klaten.

"Masalah ini bukan hanya tanggung jawab Pemda saja. Tapi tugas kami juga di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah," jelasnya.

Zulfikar mengungkapkan, setelah mendapat laporan kejadian warga yang meninggal dunia disengat tawon, dirinya lantas mendatangi lokasi. Bertemu dengan keluarga nenek Lanjar (62) yang menjadi korban, dan juga warga sekitar.

Dari keterangan warga Dusun Tegalyoso, Desa Sembung, Kecamatan Wedi, ada dua titik sarang tawon Vespa. Sarang pertama sudah ditangani relawan Damkar tetapi sarang kedua belum.

Bhabinkamtibmas Dikerahkan Tangani Teror Tawon Vespa di KlatenSarang tawon Vespa di dekat rumah warga, di Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Klaten, Rabu (13/11/2019). Foto: Istimewa


Polres juga mendapat laporan ada sarang lain di Kecamatan Wedi. Laporan akan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi instansi lain.

"Apabila sarang di bawah, maka bisa dibakar. Namun jika di atas ketinggian, bisa dengan cara disedot sehingga dibutuhkan alat penyedot," imbuh Zulfikar.
Selanjutnya
Halaman
1 2