Cuti demi Pilkades yang Rengggut Nyawa Kuntasih di Tol Cipali

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 15:40 WIB
Foto Anto bersama Kuntarsih. (Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan - Duka mendalam terlihat di rumah keluarga Anto di Desa Pantianom RT 02 RW 01, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Istri Anto menjadi korban tewas dalam kecelakaan bus di Tol Cipali Km 117+800, Subang. Dua kerabatnya mengalami luka serius.

Kuntasih (37), istri Anto, meninggal dalam kejadian tersebut. Sedangkan keponakannya, Nurhidayah (27), mengalami luka berat dan kakaknya, Ristana, mengalami luka.

Anto kepada wartawan memaparkan tahu peristiwa kecelakaan tersebut justru dari istrinya yang menelepon beberapa saat setelah kejadian. "Ditelepon istri saya pakai HP kakak. 'Pak, aku kecelakaan'. Dia sambil nangis dan minta dijemput," kata Anto, Kamis (14/11/2019).


Anto menanyakan lokasi kecelakaan dan meminta berbagi lokasi, namun sudah tidak tersambung kembali. Setelah itu tidak ada lagi komunikasi dia dengan istri maupun kakak dan keponakannya yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Anto baru mengetahui istrinya meninggal dari petugas Jasa Raharja. "Tadi pagi ada petugas Jasa Raharja yang mengabarkan istri saya sudah meninggal. Keponakan sudah sadar, tidak koma lagi," tutur Anto.

Anto dan istrinya selama ini berdomisili di Jakarta. Anto bekerja sebagai sopir pribadi, sedangkan istrinya sebagai asisten rumah tangga. Saat kejadian, mereka sedang mengambil cuti pulang kampung untuk menggunakan hak suara dalam pilkades di desanya.

Kuntasih cuti dua hari, sedangkan Anto masih cuti hingga akhir pekan. Karena hanya cuti 2 hari, Kuntasih balik ke Jakarta lebih dulu. Dia bersama keponakan dan kakaknya menuju ke Jakarta menggunakan bus PO Arimbi.


Berangkat dari Gumawang Wiradesa sekitar pukul 20.00 WIB kemarin. Namun nahas, bus yang ditumpanginya terlibat kecelakaan dengan bus PO Sinar Jaya.

Selain meninggalkan suaminya, Kuntasih meninggalkan dua anak, yakni Adis (15) dan Dinda (6).

"Jika nanti jenazah tiba tidak terlalu sore, akan segara dimakamkan. Kami juga berharap keluarga yang masih dirawat agar bisa dipindahkan ke rumah sakit dekat sini agar lebih dekat," ujar Anto. (mbr/mbr)