Warga di Banjarnegara Ini Ramai-ramai Olah Sampah Jadi Rupiah

Warga di Banjarnegara Ini Ramai-ramai Olah Sampah Jadi Rupiah

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 14:03 WIB
Ibu-ibu mengolah limbah dan sampah di Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom
Ibu-ibu mengolah limbah dan sampah di Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Keberadaan sampah kerap menjadi masalah di tengah masyarakat. Namun di tangan warga Desa Gentansari di Banjarnegara, sampah bisa disulap menjadi barang-barang menarik yang layak dijual.

Hal ini diawali dengan tingginya kesadaran warga Desa Gentansari, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara untuk menjaga lingkungan dari bahaya sampah. Hingga akhirnya berdiri bank sampah untuk mengelola limbah dari warga desa tersebut.

Kini, warga Desa Gentansari rutin membawa sampah rumah tangga ke bank sampah yang dikelola oleh pemuda Karangtaruna. Bank sampah di Desa Gentansari membeli sampah dari warga sebesar Rp 200 sampai Rp 2 ribu per kilogram.

Biasanya, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah nonorganik diolah menjadi berbagai barang yang kembali memiliki nilai jual.

"Sampah organik menjadi kompos, dan sampah non organik ini diolah lagi oleh ibu-ibu menjadi berbagai jenis barang untuk dijual lagi," kata pengelola bank sampah Desa Gentansari Andika Dwi Prasetya kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).


Sampah nonorganik ini diolah menjadi tikar, vas, bunga, topi, suvenir pernikahan hingga kursi.

Salah satu produk yang dihasilkan dari bank sampah Desa Gentansari, Banjarnegara.Salah satu produk yang dihasilkan dari bank sampah Desa Gentansari, Banjarnegara. Foto: Uje Hartono/detikcom


"Barang olahan dari sampah ini yang nilai jualnya paling tinggi adalah satu paket kursi dan meja dari ban bekas. Harganya mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta," jelasnya.

Andika mengatakan bahwa kursi dari barang bekas digarap oleh oleh pemuda karangtaruna. Sedangkan tikar, topi dan lainnya digarap oleh ibu-ibu.

Selanjutnya
Halaman
1 2