Diwarnai Protes hingga Tapa Pepe, Kios 5 PKL Gondomanan Yogya Dieksekusi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 15:26 WIB
Suasana eksekusi lokasi jualan PKL di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Suasana eksekusi lokasi jualan PKL di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Karena si pemilik tanah (Sri Sultan Hamengku Buwono X) punya kuasa untuk tidak melanjutkan kekancingannya, bisa jadi seperti itu," ucapnya.

"Karena itu kami minta sikap tegasnya, termasuk juga sikapnya Keraton terhadap nasib pedagang kecil," imbuh Budi.

Sementara itu, kuasa hukum pemohon eksekusi, Oncan Poerba menyebut bahwa dalam eksekusi tersebut tidak perlu melakukan pengukuran ulang lagi. Hal itu merujuk putusan hakim telah berkekuatan tetap.

"Tidak ada pengukuran kembali, sudah jelas semuanya berdasarkan putusan (PN Yogyakarta) batasnya itu. Putusan (hakim) juga menyebut bahwa klien kita itu adalah orang yang diberi izin sah (dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melalui surat kekancingan untuk) menguasai tanah ini sampai (tahun) 2021," katanya.

"Dan mereka bertempat di situ melawan hukum dan diminta untuk mengosongkannya," imbuh Oncan.

Kuasa hukum pemohon eksekusi kios PKL di Gondomanan Yogyakarta, Oncan Poerba.Kuasa hukum pemohon eksekusi kios PKL di Gondomanan Yogyakarta, Oncan Poerba. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Selain itu, Oncan menegaskan bahwa 28 meter persegi yang digugat kliennya masuk dalam 73 meter persegi. Ia juga mengatakan, bahwa tanah kekancingan seluas 28 meter persegi akan digunakan untuk membuat akses keluar masuk kliennya, yakni Eka Aryawan.

"Semua 73 (meter persegi) yang digugat (Eka) 28 meter persegi, dan sesuai putusan pengadilan menyebut mereka yang bertempat di sini (tidak punya surat kekancingan) adalah perbuatan melawan hukum dan hukumannya diminta mengosongkan tempat ini," ucapnya.

"Dan justru kita di sini malah membantu Keraton untuk lebih baik, supaya lebih tertib semua, supaya tidak ada yang liar di lokasi ini," imbuh Oncan.

Sebelumnya, lima orang PKL tersebut telah melakukan tapa pepe di depan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin (11/11). Mereka mengenakan pakaian adat Jawa saat melaksanakan tapa pepe.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4