detikNews
Minggu 10 November 2019, 16:08 WIB

Warga di Boyolali Gelar Tradisi Sadranan

Ragil Ajiyanto - detikNews
Warga di Boyolali Gelar Tradisi Sadranan Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Ratusan warga di Boyolali mengikuti tradisi sadranan. Selain untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, sadranan yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2019, kali ini juga sekaligus untuk mendoakan para pahlawan Indonesia.

Sadranan berlangsung di pemakaman umum Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Minggu (10/11/2019). Sadranan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan itu pun berlangsung khdimat.

"Tradisi sadranan ini untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Hari ini kebetulan juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Maka selain untuk mendoakan para leluhur juga untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semoga mereka diampuni segala dosanya dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT," kata tokoh agama setempat, Zaini, dalam tradisi sadranan, Minggu (10/11/2019).

Tradisi sadranan juga untuk mengingatkan kita kepada para leluhur yang telah meninggal dunia. Dengan ingat kepada para leluhur juga diharapkan semakin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Acara diawali dengan kegiatan bubak atau bersih-bersih makam, yang telah dilakukan sehari sebelumnya atau Sabtu (9/11/2019) pagi kemarin. Kemudian Minggu hari ini dilaksanakan tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun sejak nenek moyang tersebut.

Acara berlangsung di jalan depan pemakaman umum. Diawali dengan pembacaan dzikir tahlil yang dipimpin Zaini. Setelah doa bersama, kemudian makanan yang dibawa dan dimasukkan tenong itu dimakan bersama-sama. Mereka juga saling tukar makanan.

Sementara itu sesepuh warga, Hadi Sutarno, mengatakan tradisi sadranan di bulan Mulud (penanggalan Jawa) itu sudah berlangsung turun temurun sejak nenek moyang. Hingga saat ini, tradisi ini masih terus dilestarikan.

"Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun sejak nenek moyang, yang terus dilestarikan," kata Hadi Sutarno, yang juga Ketua RW 04 Desa Sruni, disela-sela acara.

Tujuannya antara lain untuk mendoakan kepada para leluhur dan sanak keluarganya yang telah meninggal dunia, agar diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat yang layak disisi Tuhan. Selain itu juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas rejeki yang telah dilimpahkan.

Di Dukuh Mlambong, Desa Sruni, tradisi sadranan berlangsung dua kali dalam setiap tahun. Selain di bulan Mulud, juga dilaksanakan di bulan Ruwah.


Simak juga video "Asyik! Sebentar Lagi KA Bandara Adi Soemarmo-Boyolali Bisa Dinikmati" :

[Gambas:Video 20detik]


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com