Krisis Air Bersih, Warga Brebes Buat Sumur di Dasar Sungai Kering

Imam Suripto - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 13:25 WIB
Warga di sekitar Sungai Pemali, Brebes, membuat sumur di dasar sungai tersebut, Senin (4/11/2019). Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Kemarau panjang yang berdampak mengeringnya sumur penduduk di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, memaksa warga sekitar memutar otak. Salah satunya dengan membuat sumur di dasar Sungai Pemali yang juga mengering dan hanya menyisakan batu, pasir serta sedikit genangan.

Pantauan di lokasi, warga menggali sumur kecil untuk menghimpun sisa air dari bawah tanah Sungai Pemali. Sungai terbesar di Brebes ini mulai mengering sejak dua bulan terakhir. Membuat sumur di dasar sungai ini disebut menjadi satu-satunya cara warga untuk memperoleh air.

Sunaryo (35), warga Kebogadung, Kecamatan Jatibarang, mengatakan alasan warga membuat sumur di dasar sungai lantaran sumur milik warga empat desa mengering dampak kemarau panjang, yakni Desa Rengaspendawa, Jagalempeni, Glonggong dan Kebogadung.

"Sumur warga nyaris tak ada airnya. Saat ini, yang menjadi andalan warga untuk mendapatkan air bersih hanya dari sumur-sumur kecil yang kita buat di dasar sungai," ujar Sunaryo, Senin (4/11/2019).


Menurutnya, setiap pagi dan sore, ratusan warga dari empat desa itu memadati beberapa titik sumur. Mereka berduyun-duyun menuruni bantaran sungai untuk mandi dan mencuci pakaian. Tak hanya itu, warga juga mengambil air dari sumur untuk keperluan minum dan masak.

"Karena kekeringan jadi warga berduyun-duyun ke sini, dari mulai jam 3 sore, bahkan sampai jam 7 malam masih banyak warga yang mengantre di sumur ini," tambah Sunaryo.

Krisis Air Bersih, Warga di Brebes Buat Sumur di Dasar Sungai KeringWarga di sekitar daerah aliran Sungai Pemali, Brebes, membuat sumur di di dasar sungai tersebut, Senin (4/11/2019). Foto: Imam Suripto/detikcom

Warga Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Sunari (50), mengaku untuk mendapatkan air bersih layak konsumsi, sumur terlebih dulu harus dikuras. Kemudian dinding sumur disikat untuk menghilangkan lumpur dan diberi serabut kelapa sebagai penyaring.


Terpisah, Kabid Konservasi Sumber Daya Air Dinas PSDA dan Taru Brebes, Mulyadi, mengatakan pembuatan sumur ini merupakan inisiatif warga sekitar DAS Pemali. Mereka menggali dasar sungai karena ingin mendapatkan air.

"Sebenarnya itu bisa merusak dasar sungai. Tapi karena itu inisiatif warga dengan alasan butuh air, kami tidak bisa melarang," ujarnya.



Tonton video Air Surut, Pedagang Jualan Siomay di Tengah Bengawan Solo:

[Gambas:Video 20detik]



Halaman

(rih/rih)