Menengok Situs Dompyongan Klaten yang Diduga Dibangun pada Abad 7

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 17:28 WIB
Situs yang ditemukan di Desa Dompyongan, Kabupaten Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten - Situs Dompyongan di Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten kini masih terbengkalai. Warga khawatir berbagai benda di situs yang diperkirakan dibangun abad 7-9 M tersebut akan rusak.

"Sementara diletakkan di pekarangan rumah saya sejak dikumpulkan tiga bulan lalu dan tidak ada atapnya sebab tidak di dalam bangunan. Khawatir saya lama-lama rusak karena terkena hujan dan panas setiap hari," ungkap tokoh masyarakat warga Dusun Krapyak, Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Setyo Purwanto pada detikcom di rumahnya, Jumat (1/11/ 2019).

Warga sebenarnya ingin benda peninggalan itu bisa segera selamat dan tidak rusak agar bisa digunakan untuk pembelajaran sejarah. Setyo mengungkap sempat ada rencana untuk mendatangkan radar untuk memetakan keberadaan bangunan candi. Namun, lanjutnya, untuk mengerahkan radar harus seizin menteri dan juga tidak datang.


Setyo menjelaskan bahwa temuan berbagai benda di situs Dompyongan sudah sejak tahun 2000. Awalnya warga sering menemukan batu relief dan potongan dinding candi saat menggali makam di kedalaman 1,2 meter.

Situs yang ditemukan di Desa Dompyongan, Kabupaten Klaten.Situs yang ditemukan di Desa Dompyongan, Kabupaten Klaten. Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Temuan semakin banyak dan jenisnya beraneka rupa, tersebar di pekarangannya maupun pekarangan milik warga. Di kompleks makam dekat masjid, lanjut Setyo, ditemukan door pel bagian pintu candi berukuran sekitar 120x60 cm, batu bertakik, kemuncak, makara, lingga dan lainnya.

Selain itu, sempat ada temuan dua arca Wisnu. Satu di antaranya dalam kondisi utuh setinggi satu meter, tapi kini sudah tak jelas di mana keberadaannya. Sedangkan satu arca lainnya berukuran kecil, kini disimpan oleh warga.

Setyo bercerita, warga juga menemukan arca Ganesha di jarak 400 meter dari pekarangan rumahnya. Arca tersebut telah dikubur lagi oleh warga.

Selanjutnya
Halaman
1 2