Kalau Anak-anak Menjadi Seperti Ini, Bisa Jadi Sudah Kecanduan Gawai

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 11:00 WIB
Ilustrasi kecanduan gawai. (Foto: dok. Thinkstock)
Semarang - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo, Semarang, saat ini merawat delapan anak karena kecanduan gawai atau gadget. Anak-anak tersebut menunjukkan tanda-tanda khusus ketika telah terpapar kecanduan tersebut.

"Kondisinya sudah tidak bisa diberi tahu (dinasihati), mau tidak mau harus dengan obat untuk menenangkan," ujar psikolog klinis RSJD Amino Gondohutomo, Sri Mulyani, Kamis (31/10/2019).

"Penanganan harusnya di psikiatri, dokter jiwa, ada obat-obatan agar anak tenang. Setelah kondisi baik, ada terapi psikologis," jelasnya.


Ia menjelaskan beberapa ciri umum kecanduan gadget pada anak, yaitu lupa belajar, lupa mengerjakan PR (pekerjaan rumah dari sekolah), bangun selalu kesiangan, sering membolos sekolah, kemudian tidak mau lepas dari gawai, dan marah ketika gawai diambil.

"Mengganggu aktivitas sehari-hari. Kalau sudah sampai adiksi, harus segera diobati," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan kecanduan gawai atau game akan memicu hormon dopamin di otak bagian depan. Hormon tersebut tidak boleh kurang atau berlebih, sehingga ketika berlebih akan mengganggu kejiwaan dan ketika kurang bisa menimbulkan parkinson.

"Secara medis, gadget berlebihan akan mempengaruhi hormon dopamin, otak bagian depan terpengaruh, itu pusat perhatian, maka terjadi gangguan pemusatan perhatian," kata Abdul.
Selanjutnya
Halaman
1 2