Awas! Koloni Tawon Predator Vespa di Klaten Kembali Mengancam Warga

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 14:50 WIB
Sarang tawon ndhas (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Lebah jenis Vespa affinis atau tawon ndhas, yang telah menewaskan delapan warga di Klaten, Jateng, sejak 2017, kini mulai marak ditemukan koloninya. Bahkan koloni tawon dengan ciri khas garis kuning di punggungnya itu semakin banyak dilaporkan berbagai wilayah.

Menurut koordinator relawan penanganan tawon Damai Modal Mikir (Damkir) Kabupaten Klaten, Tara Kus Setiawan, saat ini hampir setiap hari timnya menerima laporan ada sarang tawon Vespa.

"Peningkatan laporan keberadaan dan serangan tawon terjadi sejak bulan September akhir. Bulan ini kami setiap hari menerima rata-rata 3-4 laporan dari warga di berbagai daerah di Kabupaten Klaten. Padahal sebelum September, laporan hanya 1-2 kasus setiap pekannya. Sebab, ada keterbatasan personel masyarakat tidak bisa kami layani langsung seluruhnya," katanya kepada detikcom, Selasa (29/10/2019).

Kus Setiawan mengatakan total laporan warga tentang sarang tawon Vespa di Klaten yang dicatat timnya sudah sekitar 200 laporan. Laporan sebanyak itu tidak hanya di satu wilayah kecamatan, tetapi tersebar di wilayah kecamatan. Terutama di wilayah kecamatan dataran rendah di Kabupaten Klaten.


Tidak hanya bersarang, tawon itu sudah mulai menyerang warga di permukiman. Terakhir di Kecamatan Cawas ada seorang warga yang disengat lebih dari 9 sengatan di badan tetapi selamat setelah diperiksakan ke dokter.

Mayoritas dari semua laporan yang masuk, tawon Vespa affinis atau yang oleh warga disebut tawon ndhas itu berada di bangunan di tengah penduduk, baik di atap rumah berpenghuni, rumah kosong, maupun bangunan lainnya. Tapi ada pula yang di pohon dan semak, meski jumlahnya tidak sebanyak sarang di atap bangunan.

"Peningkatan laporan keberadaan koloni tawon ndhas di Klaten itu bukan hal baru. Sejak dua tahun tawon jenis itu mulai ditemukan marak membangun koloni, bulan Agustus-November merupakan bulan paling banyak laporan temuan," tambahnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2