"Beberapa waktu lalu kita minta untuk water bombing, tapi karena kondisi peralatan terbatas dan masih dipakai di Kalimantan dan sebagainya maka kita secara tradisional alhamdulillah masih bisa tertangani dengan baik," kata Ganjar ketika ditemui detikcom di sela acara Apel Siaga Penyuluh Kehutanan dan Kampanye Penyuluhan di Pantai Jatimalang, Purworejo, Rabu (23/10/2019).
"Tapi saya minta siaga karena ternyata masih berlanjut terus kan. Masyarakat kita ajak untuk terlibat dengan baik menjaga dan mencegah," sambungnya.
Ganjar menyebutkan bahwa hingga saat ini penyebab terjadinya kebakaran belum bisa diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar kebakaran diduga karena kesalahan manusia. Akibat kebakaran tersebut, beberapa jalur pendakian gunung pun ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ganjar mengingatkan soal prediksi para ahli bahwa debit air Pulau Jawa akan berkurang pada pada tahun 2040.
"Tahun 2040 Jawa habis airnya. Saya tidak tahu bagaimana menjaga itu. Untuk itu, penyuluh menjadi peran sentral. Jateng ijo royo-royo masih kurang, perlu kita genjot lagi," tutupnya. (rih/rih)











































