detikNews
2019/10/16 12:24:28 WIB

Pencuri Spesialis Kos-kosan Didor Polisi di Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Halaman 2 dari 2
Pencuri Spesialis Kos-kosan Didor Polisi di Bantul Pencuri spesialis kos-kosan di Bantul ditembak polisi. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Dari pengakuan, keduanya asal Indramayu dan tinggal di Magelang, keduanya kerap bolak-balik Yogyakarta-Magelang selama seminggu. Nah, selama seminggu itu mereka beraksi di Kasihan dua kali, Banguntapan satu kali dan Sedayu satu kali, semuanya menyasar kos-kosan," kata Rico.


"Jadi bisa dikatakan mereka ini pencuri spesialis kos-kosan," sambung Riko.

Riko menjelaskan Wahidin berperan sebagai eksekutor dan Danu sebagai joki motor. Dalam setiap aksinya, keduanya hanya bermodal puluhan kunci duplikat untuk membuka kamar kos.

"Modusnya itu mereka mencoba membuka satu persatu kamar kos dengan kunci yang mereka bawa, begitu ada (kamar kos) yang bisa dimasuki, mereka langsung masuk dan mencuri. Tapi kalau tidak ada yang cocok dengan kunci yang mereka bawa ya mereka langsung pergi dari kosan dan cari yang lain," ucapnya.

Selain itu, dari pengembangan ternyata masih ada seorang tersangka lagi yang kini masih diburu polisi.

"DPO yang bernama D ini adalah saudara kembar dari DN, dan saat ini sedang kami buru. Untuk kedua tersangka tetap diproses lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 363 tentang curat (pencurian dengan pemberatan) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Riko.

Dalam kesempatan yang sama, Wahidin mengaku ia terpaksa mencuri karena membutuhkan uang untuk hidup sehari-hari. Mengingat pendapatannya sebagai tukang ojek tidak menentu.

"Barang curian saya jual ke kampung (Indramayu), untuk uangnya saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam sehari kalau berhasil (mencuri) bisa dapat Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," katanya.
(sip/sip)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com