Venzha, Seniman Yogya yang Pernah Ikut Simulasi Hidup di Mars

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 20:45 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Manusia Tidak Disarankan Berkoloni ke Planet Mars

Meski mengikuti simulasi MDRS, Venzha mengaku bahwa ia tidak akan berangkat ke Planet Mars. Menggingat tujuan dari simulasi tersebut adalah mengambil data yang digunakan untuk generasi selanjutnya untuk menuju ke Planet Mars.

"Tujuan simulasi itu untuk diambil datanya. Jadi sebenarnya yang akan ke Mars itu generasi setelah kita, kita mati semua baru nanti orang biasa bisa ke sana, untuk mempersiapkan itu semua data dari genetik manusia saat ini diambil samplenya dan dipelajari, dari tekanan arah, detak jantung dan stressnya terutama, data-data ini kemudian harus dikompres secara ilmiah untuk mendapatkan data yang digunakan dalam penelitian seelanjutnya," ujar Venzha.

Selain itu, Venzha menyebut Planet Mars belum layak digunakan untuk berkoloni. Hal itu belum ada data yang lengkap terkait kondisi di Planet Mars dan belum ada roket, pesawat menuju ke planet tersebut.

"Jadi ke Mars itu masih impian lho sekarang. Saya ini adalah mungkin salah satu orang yang menolak untuk mengirim manusia biasa ke Mars atau menjadikan Mars untuk koloni manusia, saya menolak. Karena memang mars itu sangat tidak cocok untuk organisme yang bernama manusia," katanya.

"Kalau buat labratorium di sana saya sangat mendukung, tapi kalau membuat koloni manusia di sana, waduh bunuh diri, ya bisa sih, tapi banyak life support yang harus disiapkan," ujarnya.

"Dan saya lebih setuju kirimkan orang yang terlatih ke sana tapi kembali lagi, tidak usah beranak pinak di sana, karena teknologi di sana harus kembalikan lagi ke bumi untuk mengetahui semua informasi planet antariksa dan kekayaan alam di sana," imbuhnya.
Venzha, Seniman Yogya yang Pernah Ikut Simulasi Hidup di MarsFoto: Dokl Venzha/detikcom

Menurut Venzha, tempat yang compatible untuk hidup manusia aalah di salah satu satelit planet Jupiter yakni bulan. Hal itu karena di Jupiter sudah ditemukan 70 lebih bulan, dan lebih dari 50 bulan sudah memiliki nama. Terlebih, dari beberapa bulan itu kondisinya ada yang kebih bagus dari Mars.

"Tapi karena jaraknya terlampau jauh dan mungkin mereka cari yang dekat dulu seperti Mars. Meski beberapa tahun kedepan sangat tidak mungkin, tapi sekarang banyak negara-negara seperti Cina, India, Jepang, Rusia, Amerika dan Eropa namanya ESA membuat kok (teknologi dan transprtasi ke Mars)," ucapnya.
Halaman

(bgk/bgs)