Venzha, Seniman Yogya yang Pernah Ikut Simulasi Hidup di Mars

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 20:45 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Direktur ISSS ini menyebut, bahwa selama simulasi ia melakukan aktivitas layaknya hidup di Planet Mars. Di mana ia bersama dengan 6 temannya melakukan observasi, menanam sayur mayur untuk nutrisi makanan, memanfaatkan energi gas dan solar panel, mengukur pemakaian energi dan mengatur suplai air untuk kebutuhan selama mengikuti simulasi tersebut.

Sedangkan untuk kegiatan di luar dome, Venzha bersama 6 rekannya diwajibkan mengenakan space suit atau pakaian astronot. Menurutnya, hal itu untuk menyesuaikan situasi di Planet Mars, terlebih suhu udara di lokasi MDRS terbilan ekstrem dengan 42 derajat saat sian hari dan minus 20 derajat saat malam hari.
Venzha, Seniman Yogya yang Pernah Ikut Simulasi Hidup di MarsFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Jadi kalau keluar itu kita harus pakai space suit, terus bawa GPS, radio komunikasi, oksigen, ya diibaratkan seperti di Mars sana. Kalau untuk tantangan fisik selama simulasi paling naik turun di gurun. Nhah, kalau yang paling sulit itu adalah protokol, yaitu saat kita pergi ke luar dan berkomunikasi dengan teman, karena kalau pakai space suit kita tidak bisa menoleh dan harus berkomunikasi intens setiap beberapa detik," katanya.

"Apalagi saat kita aktivitas ke gurun itu lama dan harus kembali denggan selamat, karena itu tidak bleh sendiri dan harus ada yang menemani. terus setiap hari itu kita harus buat laporan terkait progresnya," sambung Venzha.

Terkait makanan sehari-hari saat simulasi MDRS, Venzha mengaku tidak mengalami kendala yang berarti. Hal itu karena terkadang ia masih bisa memasak dan memanfaatkan hasil panen tanaman yan ditanam di sekitar dome.

Menurutnya, hal yang cukup unik adalah saat waktu mandi tiba. Mengingat ia bersama 6 rekannya hanya boleh mandi 1 kali dalam semingu karena keterbatasan air.

"Kalau makanan utama itu spacefood, seperti odol itu bentuknya dan ada rasa-rasa di tiap spacefood. Di sana juga bisa masak juga meski semua bahan baku makanannya kering dan terbatas, yang jelas kalau masalah makan tidak masalah. Hanya pas mandi itu kita harus cepat, namanya army shower dan itu semingggu sekali, padahal airnya dingin dan kalau kena kulit seperti ditusuk-tusuk jarum itu," ucapnya.

Kendati demikian, Venzha mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga selama mengikuti simulasi tersebut. Menurutnya, hal paling berkesan adalah rasa kepedulian untuk menjaga sesama kru bertahan hidup di lokasi simulasi. Selain itu, ilmu yang ia peroleh dapat dibagi ke semua orang yang membutuhkan dan tertarik akan space and science.
Venzha, Seniman Yogya yang Pernah Ikut Simulasi Hidup di MarsFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

"Yang jelas saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia dalam simulasi itu, dan secara pribadi saya dapat networking. Karena saya bisa mengembangkan apa yang saya pelajari, bisa kenal ini itu, bisa ke SETI dan beberapa lab yang saya gak boleh ke sana," ucapnya.

"Lalu proyek ini kan berkelanjutan dengan melakukan presentasi ke orang-orang mengenai space science. Bahkan setelah simulasi itu saya harus lakukan riset di space agensi, atau lembaga yang berhubungan dengan antariksa, seperti saya harus ke SETI dan space X," sambung Venzha.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4