Prajurit Yonif 405 Budi Daya Jamur Konsumsi 100 Kg Per Hari

Prajurit Yonif 405 Budi Daya Jamur Konsumsi 100 Kg Per Hari

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 06 Okt 2019 14:58 WIB
Anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 405/Surya Kusuma memasak 2.024 porsi jamur crispy, Minggu (6/10/2019). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 405/Surya Kusuma memasak 2.024 porsi jamur crispy, Minggu (6/10/2019). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas -
Anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 405/Surya Kusuma mampu budi daya jamur konsumsi dengan hasil produksi mencapai 100 kg per hari. Budi daya dilakukan di lahan kosong di kompleks Batalyon.

Komandan Batalyon Infanteri 405/Surya Kusuma, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo, mengatakan budi daya jamur tidak lepas dari mantan Danyon 405/Surya Kusuma yang saat ini menjabat Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Candra S. Saat masih menjabat Danyon, Candra yang memulai melakukan budi daya jamur.

"Kepada Dandim saat masih menjadi Danyon menyiapkan tempat di sana untuk budi daya jamur, kemudian saat pergantian itu belum sempat membesarkan dan saya lanjutkan. Dalam 1 hari kami bisa 100 kilogram, dan 1 kg di pasaran bisa Rp 12-15 ribu," ucapnya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (6/10/2019).


Untuk pemasaran sendiri, jamur yang dibudidayakan Batalyon 405 ini sudah masuk ke pusat perbelanjaan dan warung makan.

"Saat ini kami baru bisa memenuhi kebutuhan satu manajerial yaitu dari Purwokerto dan Cilacap saja, karena baru 100 kilogram, permintaan banyak. Misal masyarakat ingin melihat kami siap menyiapkan tenaga ahli mulai dari proses, penyiapan media dan pemasaran, kami siap membantu," ujarnya.

Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Candra S, mengatakan jika saat menjabat Danyon 405/Surya Kusuma awalnya melihat ada tempat yang kurang produktif, kotor dan tidak terpelihara di dalam Batalyon. Sehingga pihaknya berpikir untuk memanfaatkan dengan melihat potensi wilayah yang salah satunya adalah budi daya jamur.

Kini budi daya jamur yang dilakukan sejak satu tahun lalu oleh anggota Batalyon ini sudah sebanyak enam barak dengan luasan sekitar 0,5 hektare.

"Setelah saya lihat potensinya adalah jamur dan jamur ini yang kita kembangkan, anggota kita edukasi dan makin lama makin banyak dan makin bagus dan sudah diakui masyarakat kualitasnya bersih. Sekarang dikembangkan oleh Danyon jadi lebih hebat," jelasnya.



Selanjutnya
Halaman
1 2