Sekelompok massa yang datang itu mengenakan pakaian hitam-hitam ciri khas ormas tertentu di Banyumas ini. Mereka juga membawa tiga aktivis yang ada di sekretariat.
Ikhsan Faturahman, salah satu anggota FMN, yang juga merupakan mahasiswa FISIP Unsoed, mengatakan saat kejadian, dirinya tengah mengerjakan tugas di dalam kamar. Dirinya takut keluar dan memilih tetap berada dalam kamar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kata warga sekitar itu ormas. Mereka teriak-teriak, 'PKI... PKI..., NKRI harga mati'. Terus ada yang bilang jangan obrak-abrik Banyumas, jangan provokasi di Banyumas," kata Ikhsan.
Menurut dia, anggota ormas yang di perkiraan sekitar 30 orang itu datang setelah FMN mem-posting ajakan aksi bertulisan 'Banyumas Membara'. Posting-an tersebut dipasang di akun Instagram @pembarubanyumas bertulisan 'Ayo Banyumas, Kobarkan Api Perjuangan, Banyumas Membara'.
"Kejadian itu kan akar permasalahannya gara-gara kami posting Banyumas membara. Nah, menurut mereka, itu kaya PKI, kaya Gerakan 30 September. Karena aksi kami kan pas 30 September kemarin," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, lanjut dia, anggota ormas juga sempat memukul salah satu anggota FMN. Di dalam kamar, dirinya juga mendengar suara perusakan seperti kaca yang dipecah dan kursi yang diobrak-abrik.
"Kata warga, Andre dipukuli, aku kan posisinya di kamar, terus dengar ada kursi diobrak-abrik, ada suara kaca pecah, terus ada bendera FMN yang dibawa juga," ucapnya.
"Lalu kata warga, Andre itu dibawa (oleh ormas tersebut) ke Polres Banyumas, ternyata tidak ada, adanya di Satreskrim. Saya ke sini sama Bhabinkamtibmas yang biasa ngamanin wilayah sana," ujarnya.
Saat kejadian, ada enam orang anggota FMN berada di sekretariat cabang. Selain membawa Andre, anggota ormas tersebut juga membawa dua anggota FMN lainnya yang tengah berada di sekretariat ranting yang berada di Purwokerto Utara.
"Dua orang lagi Sultan sama Hilmi posisinya ada di sekre ranting. Kata warga, ormas bersiap ke sekre ranting yang ada di Jalan Rianto, Sumampir, Purwokerto Barat," jelasnya.
Meskipun posting ajakan aksi yang dilakukan oleh FMN dianggap meresahkan ormas di Banyumas, dia berharap perbedaan pendapat didiskusikan bersama dan tidak ada tindak kekerasan.
Secara terpisah, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan pihaknya baru selesai melakukan kegiatan pengamanan aksi mahasiswa Banyumas di Alun-alun Purwokerto. Saat dalam pengamanan tersebut, dirinya mendengar laporan adanya penghadangan yang dilakukan sekelompok orang berpakaian hitam kepada Aliansi Mahasiswa Banyumas yang akan melakukan aksi.
"Kami coba cek sudah dapat informasi, dapat video, nanti akan kami pelajari, maksud, tujuan dan motifnya apa, kami cek dulu," ujarnya.
"Kami dapat laporan ada suatu tindakan yang dilakukan beberapa ormas datang ke sekretariat salah satu elemen mahasiswa. Mereka menanyakan terkait pamflet, selebaran yang dibuat oleh elemen mahasiswa. Itu ajakan untuk aksi, di situ tertulis Banyumas Membara, mereka mempertanyakan maksudnya apa. Itu berdasarkan keterangan yang kami tampung dari para mahasiswa. Ada tiga orang yang kemudian dibawa oleh mereka kemudian berhasil kami amankan dan dibawa ke kantor," lanjut Bambang.
Dia juga menegaskan akan menindak siapa pun yang melakukan tindakan di luar prosedur.
"Jadi prinsipnya mereka sudah kami minta buat laporan, nanti akan ditindaklanjuti apabila ada tindakan pemukulan. Sesuai prosedur ini menjadi dasar kami untuk menindaklanjuti. Jelas apa pun bentuk kegiatannya yang bertentangan dengan dasar hukum oleh siapa pun pasti akan kami tindak," ucapnya.
Bambang juga mengatakan saat ini status mahasiswa tersebut posisinya sebagai korban, untuk tindakan yang dilakukan hari ini.
"Yang jelas, kalau dilihat sepintas, posisinya mereka sebagai korban untuk tindakan yang dilakukan hari ini, apakah nantinya ada tindakan mereka yang bertentangan dengan aturan, apabila itu menjadi pemicu, itu coba kami pelajari. Saya belum tahu masalahnya apa. Kalau yang dimaksud dengan pamflet Banyumas Membara, kalau menurut saya, wajar saja dilakukan, tapi nanti coba kami pelajari," pungkas dia.
Halaman 2 dari 2










































