Sekda Kudus dan 6 ASN Kembali Diperiksa Terkait Suap Bupati Tamzil

Sekda Kudus dan 6 ASN Kembali Diperiksa Terkait Suap Bupati Tamzil

Akrom Hazami - detikNews
Selasa, 01 Okt 2019 13:40 WIB
Samani Intakoris. -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Sam'ani Intakoris. -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Sekda Kudus, Sam'ani Intakoris, 6 orang ASN dan pihak swasta. Mereka kembali diperiksa terkait kasus suap jabatan dengan tersangka Bupati Kudus nonaktif, M Tamzil.

Mereka menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Kudus, Selasa (1/10/2019). "Dimintai keterangan sebagai saksi," kata Sam'ani saat dikonfirmasi. Tadi jam 11.00 selesai di mapolres," sambungnya.

Dia membeberkan ada 7 orang ASN Kudus, termasuk dirinya, yang menjalani pemeriksaan KPK hari ini. Mereka adalah Ali Rifai (dari Setda), Hendro Muswinda (BKPP), Ani Susmadi Lestari dan Moh Zubaidi serta Supriyono (Disdikpora) dan Kasmudi (Dinas Budpar). Seorang lagi adalah Munjahid (swasta).

"Selasa dan Rabu juga ada yang dipanggil KPK sebagai saksi. Total 23 orang," kata Sam'ani.


Lebih lanjut Sam'ani menjelaskan sejumlah materi yang ditanyakan KPK kepadanya adalah seputar jual beli jabatan dan operasi tangkap tangan bupati.

"Kita kooperatif dan terbuka dengan panggilan ini," kata dia.

KPK telah menetapkan M Tamzil sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan di Pembak Kudus. Dia diduga menerima suap untuk membayar utang senilai Rp 250 juta.


Selain itu, KPK juga menetapkan staf khusus Bupati, Agus Soeranto dan Plt Sekretaris Dinas DPPKAD Kudus Akhmad Sofyan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Ketiganya kini sudah ditahan KPK. (mbr/mbr)