Sopir Bus Kalahkan Paman Jokowi di Pilkades di Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 21:33 WIB
Foto: Istimewa/detikcom
Sragen - Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tuntas digelar hari ini. Satu per satu hasil pesta demokrasi tingkat desa ini pun mulai bermunculan. Wahyono, paman Presiden Joko Widodo yang turut mencalonkan diri sebagai Hepala Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang secara mengejutkan kalah.

Berdasarkan hasil pilkades Hadiluwih yang diterima detikcom, Wahyono yang mendapatkan nomor urut 2, hanya menduduki peringkat ketiga, dengan perolehan 803 suara. Sementara peringkat pertama justru diduduki oleh Kuswandi, dengan perolehan 1.087 suara.

Uniknya, Kuswandi yang berhasil mengalahkan paman Presiden ini, hanya berprofesi sebagai sopir bus. Kuswandi bekerja di PO Hadi Mulyo, bus penumpang dengan trayek Pasar Legi-Sumber Lawang.

"Kuswandi sejak kecil sudah jadi kernet bus. Lalu dipercaya sebagai sopir. Beberapa tahun terakhir sudah bisa membeli satu bus bekas miliknya sendiri," ujar Sardi, warga Dukuh Kedungdowo tetangga Kuswandi.

Setelah penghitungan suara memastikan kemenangan Kuswandi, lanjut Sardi, tak ada perayaan berlebihan yang dilakukan. Hanya menurut Sardi, banyak warga yang bergembira karena kemenangan ini mengembalikan tradisi Kades Hadiluwih yang banyak berasal dari Dusun Kedungdowo.

Kekalahan Wahyono ini dibenarkan Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanudin. Menurutnya, Wahyono menerima hasil pilkades dengan legowo.

"Hasil pilkades memang Pak Wahyono harus narimo ing pandum. Tapi beliau legowo. Secara keseluruhan pilkades berjalan lancar dan aman," terang kapolsek.

Wahjono banyak dikenal warga sebagai adik dari Miyono Notomihardjo, ayahanda Presiden Jokowi. Ia lama tinggal di Desa Kragan, Kabupaten Karanganyar, tempat Jokowi dilahirkan. Di Hadiluwih, ia bekerja sebagai pengusaha produsen tusuk sate dari bambu. Oleh warga diakui usahanya ini cukup berhasil.

"Mbah Wahyono itu dulunya bekerja sebagai carik di Desa Kragan, Karanganyar. Sudah 20 tahun terakhir pindah ke sini (Desa Hadiluwih). Awalnya jualan kayu, terus beberapa tahun terakhir usaha tusuk sate miliknya berkembang pesat. Hingga akhirnya mencalonkan diri sebagai kepala desa," ujar Didik, salah satu tetangga Wahyono.

Hasil lengkap pilkades Hadiluwih:

1. Sufyani (26 suara)
2. Wahyono (803 suara)
3. Kuswandi (1.087 suara)
4. Suharno (230 suara)
5. Bambang Susilo (1.053 suara) (bgk/bgs)